Padel Tak Lagi Jadi 'Primadona Kota Jakarta'

3 days ago 6

Jakarta -

Sempat jadi primadona olahraga, padel kini justru menuai banyak protes. Lapangan padel yang menjamur dianggap mengganggu karena menimbulkan kebisingan terutama di area perumahan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil tindakan tegas dengan menghentikan perizinan pembangunan lapangan padel baru di tengah perumahan. Bahkan, Gubernur Pramono Anung akan membongkar lapangan padel yang dibangun tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

"Yang tidak memiliki PBG akan dilakukan penghentian kegiatan, pembongkaran, dan pencabutan izin usaha," kata Pramono usai memimpin rapat terbatas di Balai Kota Jakarta, seperti yang dikutip dari detikNews, pada Selasa (24/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lapangan padel hanya diizinkan dibangun di area komersial dengan izin yang ketat. Serta harus mendapat persetujuan teknis awal dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Diaspora) agar tak lagi berdiri tanpa kajian menyeluruh.

"Sudah diputuskan, perizinan baru untuk pembangunan lapangan padel tidak diperbolehkan di zona perumahan. Semuanya harus di zona komersial untuk yang baru," ujarnya.

Diketahui banyak keluhan dari warga terkait operasional lapangan padel di Jakarta. Mulai dari kebisingan, jam operasional yang berlangsung dari pagi hingga tengah malam, dan masalah parkir kendaraan.

Karenanya, Pramono akan membatasi jam operasional lapangan padel hanya sampai pukul 20.00 WIB. Setiap lapangan padel pun harus dilengkapi dengan peredam suara.

"Walaupun sudah punya PBG, kalau berada di perumahan maksimum jam 08.00 malam," tegasnya.

Lalu, Pramono meminta pengelola lapangan padel untuk menyediakan tempat parkir yang memadai. Sehingga aktivitas warga sekitar tidak terganggu.

"Pemain padel ini rata-rata datang membawa mobil sendiri. Karena tidak ada lahan parkir memadai, parkirnya sering di jalan perumahan dan mengganggu warga. Ini akan kami tertibkan," jelasnya.

Berbeda dengan di Jakarta, Kabupaten Tangerang justru punya 'Kampung Padel' yang menjadi ladang rezeki warga. Para pedagang mengaku mendapat untung karena suasana yang jadi lebih ramai.

Salah satu pedagang, Nurjaman, mengaku tak terganggu oleh aktivitas lapangan padel. Dia melihat banyak warga sekitar yang mendapat pekerjaan baru berkat menjamurnya lapangan padel.

"Kalau daerah sini sih nggak (terganggu) sih kayaknya ya, nggak terlalu ini gitu. Justru warganya tuh malah kayak mendukung gitu kalau daerah sini. Soalnya kan orang-orang sininya bisa pada kerja gitu, yang tadinya pada nganggur kan," kata dia.

Lokasi 'Kampung Padel' diketahui berada di Desa Pagerhaur dan Rancalele, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Dari pantauan detikcom, Selasa (24/2/2026), ada sekitar tujuh lapangan padel di dua desa sepanjang Jalan Raya Pagedangan.

Lapangan padel berdiri di sekitar pemukiman warga. Bahkan ada yang berdampingan dengan dinding rumah warga.

Dengan kata lain, warga pemilik rumah bisa menyaksikan langsung orang yang bermain padel dari jendela rumah. Sedangkan lokasi lainnya berada di antara pertokoan, warung makan, hingga bengkel.

Adanya 'Kampung Padel' jadi bukti nyata olahraga tersebut masih digandrungi. Lalu, bagaimana pendapat detikers terkait pembatasan lapangan padel di Jakarta?

Simak pembahasan lengkap terkait padel yang kini sudah bukan primadona Kota Jakarta hanya di detikPagi edisi Rabu (25/2/2026).

Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.30-11.30 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi"

(vrs/vrs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |