Muzani Minta Lokasi Tanah Bergerak di Padasari Tegal Tak Ditempati Lagi

14 hours ago 4

Jakarta -

Ketua MPR Ahmad Muzani meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah. Ia mendorong relokasi penuh agar titik lokasi tanah bergerak tidak lagi ditempati karena tidak direkomendasikan ahli geologi.

"Hunian yang sekarang ini kena musibah, tidak direkomendasi untuk ditempati untuk kegiatan apa pun. Baik untuk kegiatan tempat tinggal, kegiatan ibadah, kegiatan pendidikan, ataupun kegiatan lain, karena lokasinya yang tidak direkomendasi oleh ahli geologi," kata Muzani setelah melakukan peninjauan di lokasi, Senin (16/2/2026).

Diketahui, Muzani tengah meninjau langsung lokasi terdampak tanah bergerak di Padasari, Tegal, yang menyebabkan 900 rumah warga dan sejumlah fasilitas rusak parah. Seluruh warga kini telah dievakuasi ke posko pengungsian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Kabupaten Tegal, di Padasari, Jatinegara, Jawa Tengah, ada musibah tanah bergerak yang menyebabkan kurang lebih 900 rumah roboh, hancur, termasuk sekolah, tempat ibadah, masjid, pondok pesantren, dan banyak fasilitas-fasilitas umum lainnya rata dengan tanah," ujarnya.

Muzani menekankan pentingnya relokasi terhadap warga. Dia meminta agar relokasi warga ke hunian sementara dipercepat mengingat akan memasuki bulan Ramadan.

"Setelah ini selesai musibah ini, tentu saja yang dilakukan adalah melakukan relokasi. Baik relokasi untuk pengungsi, kemudian relokasi untuk hunian sementara. Kemudian, sekarang Kementerian Pekerjaan Umum telah mempersiapkan hunian sementara yang lokasinya sudah dipersiapkan di tidak jauh dari lokasi," ujar Muzani.

"Di huntara juga dibangun masjid, fasilitas-fasilitas lainnya, tadi kami dapat penjelasan seperti itu. Tapi yang penting adalah setelah itu hunian tetap, itu sedang dalam pemikiran berikutnya setelah huntara terhuni seluruhnya," lanjutnya.

Muzani menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 12 hektare sebagai lokasi hunian sementara bagi warga terdampak. Namun hanya 4,8 hektare yang dianggap layak digunakan.

"Nanti sisanya akan dicari tempat lain dan sekarang sedang dalam pengujian. Nanti kalau dianggap layak, itu akan dijadikan juga tempat untuk huntara," imbuhnya.

Selain meninjau lokasi, Muzani dan rombongan menyerahkan bantuan bagi warga. Bantuan yang disalurkan berupa sembako hingga uang tunai.

"Kami juga membantu sembako, BNPB membantu sembako jumlahnya ada, kami bantu sembako jumlahnya 2.000. Dan sudah sampai di sini. Kemudian, ada dari Kemensos juga sudah datang. Tadi dari BNPB kami sudah serahkan jumlahnya Rp 241 juta," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi respons cepat pihak-pihak terkait di lokasi sehingga tidak ada korban dari bencana tersebut.

"Kami telah menyaksikan bagaimana cepat, sigap, aparat TNI, Polri, BNPB, relawan, masyarakat, di bawah komando masing-masing, meninggalkan tempat yang berbahaya itu pada saat kejadian, sehingga korban diminimalisir. Bahkan jumlah korban nol. Tentu ini sebuah cara penanganan yang tepat, presisi, dan pas," ujarnya.

(ond/eva)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |