Kemenag Salurkan Dana untuk Masjid-Pesantren Terdampak Tanah Gerak di Tegal

8 hours ago 3
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan darurat untuk pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan yang rusak akibat bencana tanah bergerak di Jatinegara, Tegal. Bantuan untuk masjid, musala, serta pondok pesantren (ponpes) yang terdampak rusak parah.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu operasional lembaga pendidikan agama yang terhenti akibat musibah ini.

"Memang dalam setiap bencana yang skalanya agak luas, pasti berdampak pada pesantren dan rumah-rumah ibadah," kata Romo Syafi'i usai meninjau lokasi bencana di Desa Padasari, Senin (16/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lokasi itu, katanya, ada masjid, musala, dan dua pesantren yang terdampak bencana tanah geser. Karena itu, pemerintah langsung menyalurkan bantuan pada tahap awal.

"Maka kami di tahap awal menyalurkan dana Kemenag Peduli Bencana. Itu baik yang di kakan (kepala kantor) karena mereka sudah segera menyumbang Rp 20 juta," ujar Romo Syafi'i

"Dari kanwil (kantor wilayah) itu ada Rp 100 juta dan tadi kita dari Peduli Kemenag pusat ada Rp 250 juta. Ada dari direktorat pondok pesantren, itu ada Rp 100 juta. Selain proposal yang resmi mereka ajukan ke Kementerian Agama," rincinya.

Selain bantuan darurat, Kemenag juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membantu pembangunan ulang gedung pesantren, di lokasi yang aman dari bencana.

"Dari Menteri PU-nya, juga berniat untuk mendirikan pondok pesantren itu, tapi tentu di lokasi yang aman dari bencana," jelas dia.

Mengenai nasib para santri, untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar diliburkan selama masa tanggap darurat. Namun, lanjutnya, pihak pesantren telah menyiapkan skema darurat agar proses pendidikan tetap bisa berjalan nantinya, meskipun dengan sarana yang terbatas.

"Nanti ketika mereka sudah bisa paling tidak me-recovery kesiapan untuk kegiatan belajar mengajar itu, meskipun sarana prasarananya belum terbangun, mereka sudah menyiapkan cara untuk tetap membuat kelanjutan kegiatan belajar mengajar. Meskipun tidak sebagaimana mestinya di dalam pondok," imbuhnya.

(ond/rfs)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |