Heboh Tembok Panjang Roboh ke Area SMPN 182 Jaksel

2 hours ago 2
Jakarta -

Tembok SMPN 182 Kalibata roboh membuat heboh warga Pancoran, Jakarta Selatan. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini.

Dirangkum detikcom, Selasa (17/2/2026), perihal tembok roboh itu pun dilakukan penyelidikan oleh polisi. Polisi menyelidiki terkait dugaan kelalaian.

"Sementara masih dalam penyelidikan," kata Kapolsek Pancoran Kompol Mansur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mansur mengatakan, pihaknya masih menyelidiki untuk memastikan penyebab dan kronologi terkait tembok sekolah roboh tersebut. "Diketahui memang awalnya pagar tersebut sudah miring," katanya.

Tembok miring itu sudah diberikan surat pemberitahuan dari lingkungan sekitar namun belum ada tindakan lebih lanjut hingga akhirnya roboh.

Tangkapan layar rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan detik-detik tembok sekolah roboh pada Minggu siang. Video ini viral di media sosial @wargajakarta.id.

Warga Akan Ganti Rugi

Polisi memastikan tidak ada korban dalam insiden ini. Polisi mengatakan pemilik rumah yang temboknya roboh itu bersedia membayar ganti rugi kerusakan sekolah.

"Ada kerugian fasilitas bangunan sekolah tapi pihak pemilik pagar tanggung jawab untuk perbaiki sesuai semula," ujar Kompol Mansur, saat dihubungi, Senin (16/2).

Tembok itu roboh pada Minggu (15/2), sekitar pukul 11.30 WIB. Polisi mengatakan pihak pemilik rumah yang temboknya roboh sudah bertemu dan berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait ganti rugi kerusakan fasilitas sekolah.

"Sudah dilakukan komunikasi dengan pihak sekolahan, tanggung jawab, sampai ya seperti bangunan sekolah seperti semula," ujarnya.

Mansur mengatakan sisa reruntuhan robohnya tembok itu juga mengenai saluran air. Dia mengatakan pihak rumah pemilik tembok itu juga bersedia mengangkut reruntuhan tembok agar tak menutup saluran air tersebut.

"Dan pihak pemilik pagar bersedia untuk mengangkut bekas pagarnya, batu-batuannya ini, sisa temboknya ini, dipinggirin. Supaya tidak, itu kan kena saluran kali juga, supaya tidak buat mampet di kali," ujarnya.

BPBD DKI Ungkap Penyebab Tembok Roboh

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkap penyebab tembok roboh. BPBD menyebutkan tembok itu roboh karena struktur tanah yang labil.

"Karena struktur tanahnya labil atau tanah urukan, sehingga menyebabkan tembok roboh," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji, dilansir Antara, Senin (16/2).

Dia menjelaskan kejadian tembok roboh itu terjadi pada Minggu (15/2) sekitar pukul 11.22 WIB di Jalan Kalibata Timur 1 Raya, RT/RW 02/08, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jaksel. Tembok itu roboh tiba-tiba karena tanah yang menjadi fondasi tidak kokoh.

"Kronologis tembok milik warga dengan panjang 65 meter dan tinggi 5,3 meter, tiba-tiba roboh ke arah sekolah SMPN 182," ujar Isnawa.

Kerugian akibat insiden itu juga masih dalam pendataan sampai dengan saat ini.

"Kondisi lokasi kejadian reruntuhan saat ini dalam penanganan Dinas SDA (Sumber Daya Air)," tutur Isnawa.

Tak Ada Unsur Pidana

Kepolisian membantu proses mediasi antara SMPN 182 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, dengan pemilik pagar tembok roboh untuk mencapai kesepakatan. Polisi menyebut tak ada unsur pidana dalam insiden robohnya pagar tembok tersebut.

"Kami hanya mediasi karena sudah ada kesepakatan. Jadi, tak ada unsur pidana," kata Kompol Mansur dilansir Antara, Senin (16/2).

Mansur mengatakan pihaknya akan terus mengawasi pembangunan yang dijanjikan oleh pemilik pagar tembok. Mansur menyebut para pihak berharap agar bangunan baru, lebih kuat agar kejadian serupa tak terulang kedua kalinya.

"Tentu, kami akan ikuti terus sampai dengan tuntas. Kita kasih masukan agar bangunan itu supaya lebih kuat lagi agar tidak terjadi seperti yang kita lihat itu," katanya.

Selain itu, Mansur menyebutkan pemilik pagar tembok roboh yang merupakan pengusaha klinik kecantikan berjanji untuk ganti rugi dengan membangun seperti semula dan sekolah sepakat dengan janji tersebut.

"Yang pasti, antara pemilik pagar dengan sekolah sudah ada kesepakatan untuk perbaikan," ucapnya.

(whn/rfs)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |