Pertemuan diplomatik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung tak hanya diwarnai pembahasan serius, tetapi juga momen hangat yang mencuri perhatian. Di sela agenda resmi, keduanya terlihat akrab lewat gestur finger heart hingga interaksi santai yang disebut sebagai diplomasi 'anabul'.
Diketahui, pertemuan Prabowo dan Presiden Lee itu berlangsung pada Rabu (1/3/2026) di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House). Pertemuan diawali dengan upacara kenegaraan menyambut Prabowo, dilanjutkan dengan bilateral hingga jamuan makan siang.
Prabowo menyempatkan waktu bertemu dengan Carmen, anggota grup K-pop Hearts2Hearts asal Indonesia, di sela kunjungannya ke Korea Selatan (Korsel). Momen tersebut diabadikan dalam sebuah foto bersama. (Foto: dok. Tim Media Presiden)
Dalam jamuan makan siang itu, hadir Carmen, anggota grup K-pop Hearts2Hearts asal Indonesia Carmen. Hal itu lantas menarik perhatian Prabowo dan Presiden Lee. Mereka bertiga lantas mengabadikan foto bersama dengan kompak melakukan simbol jari hati (finger heart), pose yang digunakan para idola K-pop bagi para penggemarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Carmen, yang bernama lengkap Nyoman Ayu Carmenita, merupakan warga negara Indonesia (WNI) pertama yang menjalani debut di bawah naungan SM Entertainment, salah satu agensi hiburan terbesar di Korea Selatan.
Momen lain yang mencuri perhatian adalah saat Prabowo memberikan hadiah kepada Presiden Lee. Momen itu terjadi saat keduanya mengobrol ringan dalam sebuah Friendship Event di Garden of Sangchungjae yang masih berada di kawasan Istana Kepresidenan Korsel.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo memberikan sejumlah kerajinan unggulan UMKM Indonesia, di antaranya keris Bali dan guci keramik khas Jawa Timur. Pemberian tersebut mencerminkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjadi wujud diplomasi ekonomi kreatif memperkenalkan produk lokal ke dunia internasional.
Tak hanya itu, Prabowo juga memberikan hadiah untuk anjing peliharaan Presiden Lee. Prabowo menghadiahkan scarf hingga kalung ke anjing yang ternyata memiliki nama Bobby, nama serupa seperti kucing peliharaannya.
Presiden Prabowo Subianto memberikan hadiah baju untuk anjing peliharaan Presiden Korsel Lee Jae Myung di Seoul, Rabu (1/4/2026). (Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pendekatan diplomasi yang dilakukan Prabowo tidak semata untuk hubungan kedua negara, tapi juga menyentuh kedekatan personal.
"Diplomasi tidak hanya rapat dan agenda resmi, tetapi bagaimana hubungan personal antarpemimpin dapat terjalin dan membekas baik di hati," ujar Seskab Teddy.
Pada saat yang sama, Presiden Lee menganugerahkan penghormatan tertinggi kepada Prabowo, yakni 'The Grand Order of Mugunghwa' yang diberikan secara langsung. The Grand Order of Mugunghwa merupakan penghargaan nasional tertinggi Republik Korea, yang secara khusus dianugerahkan kepada Presiden Republik Korea beserta pasangan serta para kepala negara atau mantan kepala negara dari negara sahabat beserta pasangan. Penghargaan ini diberikan atas jasa yang luar biasa dalam mendukung pembangunan dan keamanan Republik Korea.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Republik Korea menganugerahkan penghargaan kepada Presiden Prabowo sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan peran dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Republik Korea, termasuk dalam meningkatkan status kemitraan kedua negara menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership.
Presiden Prabowo menerima penghargaan 'The Grand Order of Mugunghwa' dari Presiden Korsel Lee Jae Myung. (Laily Rachev/Biro Sekretariat Presiden)
Dalam kunjungan ke Korsel, Prabowo dan Lee sepakat meningkatkan kerja sama bilateral melalui kemitraan strategis komprehensif khusus (special comprehensive strategic partnership), di mana Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki kemitraan tersebut dengan Korea Selatan.
Selain itu, Prabowo juga menyaksikan pengumuman dan pertukaran 10 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Indonesia dan Korea Selatan. Dalam kesepakatan itu, Prabowo membawa pulang investasi senilai USD 10,2 miliar atau sekitar Rp 173 triliun.
"Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai USD 10,2 miliar atau sekitar Rp 173 triliun," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Airlangga menuturkan kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain energi dan transisi hijau, termasuk tenaga surya, penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS), serta energi terbarukan. Selain itu, kerja sama juga meliputi sektor industri dan manufaktur seperti baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan.
"Dalam investasi tersebut juga termasuk sektor digital dan AI. Kemudian properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai, dan kerja sama bisnis dan asosiasi antara Kadin, KCCI, terutama untuk mendorong bisnis komitmen," lanjutnya.
Di samping itu, Airlangga menyebut bahwa sejumlah perusahaan besar Korea turut memperkuat komitmen investasinya di Indonesia, termasuk pengembangan industri baja oleh POSCO serta minat investasi dari Lotte yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi.
Lihat juga Video: Pose Saranghae Prabowo, CARMEN Hearts2Hearts, dan Presiden Korsel
(eva/wnv)
















































