Bupati Gowa Luncurkan Gerakan Bersepeda Agar Hemat Energi, ASN Jadi Contoh

6 days ago 14

Gowa -

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, meluncurkan gerakan 'ayo bersepeda' sebagai upaya mendorong pola hidup sehat sekaligus penghematan energi. Pencanangan ini disebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

Peluncuran gerakan ini ditandai dengan aksi bersepeda oleh Bupati Husniah bersama para ASN Pemkab Gowa, Rabu (15/4/2026). Husniah menyebut gerakan 'ayo bersepeda' akan diterapkan setiap hari Rabu melalui program Rabu Sehat.

"Launching atau pencanangan ayo bersepeda ini untuk membiasakan hidup sehat sekaligus sosialisasi hemat energi," ujar Husniah Talenrang kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita patut memberikan contoh kepada masyarakat agar bisa menjadi habit dan nilai positif karena program ini bukan hanya program pusat tetapi juga daerah," sambungnya.

Husniah menjelaskan, bersepeda memiliki banyak manfaat, mulai dari menjaga kesehatan, mengurangi tingkat kemacetan, hingga mempererat hubungan silaturahmi sesama ASN. Selain itu, aktivitas ini juga memungkinkan ASN lebih dekat dengan masyarakat melalui interaksi langsung.

"Dengan bersepeda, kita bisa lebih akrab, saling menyapa, dan bersilaturahmi dengan masyarakat. Ini menjadi nilai tambah yang didapatkan," tambahnya.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang meluncurkan gerakan ayo bersepeda sebagai upaya mendorong hidup sehat dan hemat energi bagi ASN. Dokumen IstimewaBupati Gowa Sitti Husniah Talenrang meluncurkan gerakan ayo bersepeda sebagai upaya mendorong hidup sehat dan hemat energi bagi ASN. Dokumen Istimewa

Meski demikian, Husniah memastikan pelaksanaan gerakan ini tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing ASN, terutama bagi mereka yang memiliki jarak tempuh rumah ke kantor cukup jauh.

"Kita tidak memaksakan semua harus bersepeda, tetapi diprioritaskan agar nilai sehat, hemat energi, dan silaturahmi tetap tercapai. Namun terpenting program Rabu Sehat sebagai agenda rutin yang berkelanjutan terus dilaksanakan setiap pekannya," jelasnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemkab Gowa juga melibatkan pelaku UMKM lokal dengan menghadirkan berbagai kuliner, seperti bakso, bassang, jajanan pasar, makanan rebusan, serta makanan khas tradisional buroncong di area Kantor Bupati Gowa. Langkah ini menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan UMKM.

"Kehadiran UMKM ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan pendapatan pelaku usaha, serta mengangkat kembali eksistensi jajanan tradisional," lanjutnya.

"Melalui pencanangan Rabu Bersepeda ini, kami juga ingin mendorong pertumbuhan UMKM lokal agar semakin dikenal dan berkembang. Harapannya, gerakan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan dan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," harapnya.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang meluncurkan gerakan ayo bersepeda sebagai upaya mendorong hidup sehat dan hemat energi bagi ASN. Dokumen IstimewaBupati Gowa Sitti Husniah Talenrang meluncurkan gerakan ayo bersepeda sebagai upaya mendorong hidup sehat dan hemat energi bagi ASN. Dokumen Istimewa

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Gowa, Muh Sahir, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga kabupaten. Ia berharap gerakan tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mampu mengurangi konsumsi bahan bakar serta mendukung kebijakan penghematan energi.

"Kegiatan ini dilaksanakan di semua level, mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga kabupaten. Khusus untuk hari Rabu, kami harapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh seluruh ASN lingkup Pemkab Gowa," katanya.

Bagi ASN yang tidak memiliki sepeda atau memiliki jarak tempuh jauh, kebijakan ini tetap dapat disiasati dengan menggunakan sepeda motor. Ia menilai kendaraan roda dua lebih hemat dibandingkan kendaraan roda empat.

"Jika tidak punya sepeda, mungkin memiliki motor, jadi kendaraan roda dua yang bisa digunakan. Diharapkan melalui program ini dapat mendorong efisiensi dan penghematan energi," jelasnya.

Sebagai informasi, ASN Pemkab Gowa juga telah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat sejak 3 April 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi budaya kerja yang lebih efektif dan efisien.

"Unit kerja pelayanan publik tetap menjalankan Work From Office (WFO), sementara perangkat daerah pendukung dapat melaksanakan WFH secara selektif dengan batas maksimal 50 persen ASN," ujar Husniah.

"Ingat WFH bukan berarti hari libur. Kinerja dan kualitas pelayanan harus tetap terjaga, hanya proses kerjanya yang berbeda," tegasnya.

Tonton juga Video: Trek Asyik Bersepeda di Puncak Bogor Nih, Berani Jajal?

(hmw/hmw)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |