Jakarta -
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Puncak Resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam (PUI) di Majalengka, Jawa Barat. Kapolri mengajak PUI untuk berkolaborasi dalam menjaga persatuan dan ekonomi bangsa Indonesia.
Kapolri awalnya berbicara mengenai sejarah panjang bangsa Indonesia dan relevansinya dengan para tokoh PUI. Kapolri mengatakan banyak para tokoh PUI yang berkontribusi terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia dan kini dikenang sebagai pahlawan.
Kemudian Kapolri bergeser ke topik lain dengan berbicara mengenai kondisi dunia yang dilanda ketidakpastian. Mantan Kabareskrim itu menceritakan perang dagang hingga ketegangan dan konflik yang terjadi di belahan dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konteks itu, Kapolri mengatakan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir terus berjuang untuk aktif dalam kancah internasional. Menurut Kapolri, Indonesia dengan sikap politiknya yang bebas aktif terus memperjuangkan upaya perdamaian dunia di berbagai forum.
Setelah itu, Kapolri mengutip laporan Global Risk Report tentang sejumlah risiko yang dihadapi oleh sejumlah negara di dunia. Mulai dari perang dagang, pembatasan investasi hingga dampak dari disinformasi karena perkembangan AI.
"Termasuk Indonesia karena kita tahu pengguna gadget, pengguna internet Indonesia jumlahnya sangat besar dan kalau kita lihat bagaimana perkembangan AI yang luar biasa ini juga tentunya menjadi ancaman besar karena apa?" kata Kapolri di Majalengka, Senin (23/2/2026).
"Saat ini susah membedakan apakah yang kita baca ini benar-benar asli ataukah hoax. Semakin hari semakin sulit suaranya mirip orangnya mirip, gambarnya mirip. Yang sama ditanyakan ini orangnya asli atau bukan?" sambung dia.
Kapolri menyampaikan perkembangan AI itu berbahaya jika digunakan untuk hal yang sifatnya negatif. Dia mengajak semua pihak untuk mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut.
"Oleh karena itu, mau tidak mau kita juga sebagai sebagai wadah pendidikan belajar untuk kemudian menghadapi potensi-potensi yang ada tersebut," imbuh dia.
Selain itu, Kapolri juga menyinggung polarisasi sosial dan politik yang terjadi di Indonesia. Pemicunya bisa beragam mulai dari masalah agraria hingga tawuran antarwarga.
"Dan ini membutuhkan respons yang cepat untuk segera bisa memitigasi," ujar Kapolri.
Kapolri Hadiri Milad PUI di Majalengka (Foto: Dok Ist)
Hal lain yang menjadi atensi Kapolri yaitu cuaca ekstrem yang berdampak terhadap bencana di sejumlah daerah. Kapolri menyampaikan komitmennya untuk gotong royong membantu warga bersama instansi lain, baik dalam proses evakuasi, penyaluran bantuan hingga pemulihan pascabencana.
Kapolri juga menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif masih baik. Dia memaparkan sejumlah indikator mulai dari tingkat pengangguran terbuka yang menurun hingga realisasi investasi yang naik.
"Dan tentunya ini bisa kita dorong, apabila pertumbuhan ekonomi bisa berjalan sesuai dengan rel yang diharapkan. Namun demikian, tentunya stabilitas, stabilitas keamanan nasional itu menjadi syarat utama agar pertumbuhan ekonomi bisa berjalan," ujar Kapolri.
Kapolri Hadiri Milad PUI di Majalengka (Foto: Dok Ist)
Kapolri menyampaikan Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan visi Indonesia Emas 2045 dengan delapan misi Asta Cita, 17 program prioritas dan 8 program hasil terbaik cepat. Kapolri berharap semua hal yang dicanangkan itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Selanjutnya ada delapan sasaran prioritas yang saat ini sedang didorong. Antara lain memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia. Dan yang saat ini sedang didorong adalah bagaimana kita mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada, pangan, energi, air, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru," ujar Kapolri.
Kapolri mengutip pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut bahwa Indonesia merupakan negara dengan karunia yang luar biasa. Menurut dia, semua kekayaan alam di Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dengan syarat seluruh elemen bangsa bersatu padu dan tidak terpecah belah.
"Namun apakah kita mampu menjaga dan mengelola kekayaan alam tersebut? Dan syaratnya adalah kalau kita semuanya bersatu padu dan kemudian mengelola sumber daya kekayaan alam kita yang sudah dijajah 350 tahun. Namun sampai sekarang kekayaan kita masih sangat luar biasa dan saat ini itu semua belum terkelola dengan optimal dan ini bisa terjadi, bisa terlaksana kalau kita semua bersatu memperkuatkan kualitas SDM kita, mempersiapkan kemampuan kita untuk kemudian bisa menjadi pelaku-pelaku yang ikut membangun dan ini yang tentunya menjadi sasaran kita ke depan," beber Kapolri.
(knv/hri)

















































