Menyusuri 'Labirin' The Casbah, Saksi Perjuangan Aljazair Lepas dari Prancis

2 hours ago 2

Aljir - The Casbah atau Kasbah bukan hanya kawasan kota tua di ibu kota Aljazair, Aljir, tetapi juga saksi sejarah perjuangan rakyat untuk merdeka dari Prancis. Jalanan sempit seperti labirin menjadi benteng pertahanan perlawanan rakyat Aljazair.

detikcom bersama puluhan jurnalis dari berbagai negara menyusuri Kasbah pada Jumat (15/5/2026). Kawasan padat ini hanya bisa menjelajahi dengan berjalan kaki.

Kota yang didirikan pada tahun 944 Masehi itu kini dipadati bangunan dominan berwarna putih khas arsitektur Moor-Arab. Beberapa bangunan tampak sudah lapuk karena strukturnya masih asli peninggalan sejarah.

Berjalan menyusuri jalanan Kasbah layaknya memasuki labirin, dengan jalan sempit dan gang-gang kecil. Riuh suara para pedagang di kanan dan kiri menghiasi suasana kota tua tersebut.

Jalan sempit itulah yang menjadi benteng pertahanan gerilyawan Front de Libération Nationale (FLN) atau Front Pembebasan Nasional pada masa perang kemerdekaan 1954 hingga 1962. Di kota itu, para gerilyawan bermarkas dan menyusun perlawanan dengan taktik gerilya kota.

Karena jalannya berbentuk labirin, tentara Prancis kesulitan menguasai wilayah tersebut.

Setelah memperoleh kemerdekaan pada 5 Juli 1962, Aljazair kini berdiri sebagai negara semipresidensial. Negara itu lepas dari penjajahan Prancis yang berlangsung selama 132 tahun, terhitung sejak 1830 hingga 1962.

The Casbah atau Kasbah bukan hanya kawasan kota tua di ibu kota Aljazair, Aljir, tetapi juga saksi sejarah perjuangan rakyat.The Casbah atau Kasbah bukan hanya kawasan kota tua di ibu kota Aljazair, Aljir, tetapi juga saksi sejarah perjuangan rakyat. Foto: Wildan Noviansah

Perjalanan berlanjut ke Benteng Aljir yang dibangun pada tahun 1516. Benteng ini berada di titik tertinggi dan merupakan bangunan militer pertama yang dibangun pada masa pemerintahan Ottoman.

"Benteng ini masih berdiri kokoh sejak runtuhnya pemerintahan Ottoman," kata pemandu wisata.

Katedral Notre Dame d'Afrique di Aljir, AljazairKatedral Notre Dame d'Afrique di Aljir, Aljazair Foto: Wildan Noviansah

Penelusuran di Aljir berlanjut hingga berakhir di Katedral Notre Dame d'Afrique. Bangunan ini menampilkan gaya arsitektur Romawi dan berdiri di atas Kota Aljir menghadap ke laut. Katedral tersebut dibangun antara tahun 1858 hingga 1872 pada masa penjajahan Prancis.

Perjalanan detikcom di The Casbah, Aljazair, merupakan satu dari rangkaian kegiatan 25th International Tourism and Travel Fair atau Salon International du Tourisme et des Voyages (SITEV).

Selama kegiatan berlangsung, para jurnalis dari puluhan negara, termasuk detikcom, akan menjelajahi berbagai destinasi wisata di lima kota di Aljazair. Mereka akan diajak berkeliling Kota Aljir, Oran, Tlemcen, Annaba, hingga berakhir di Tipaza. (wnv/aik)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |