Dukung Delegasi RI di Cannes 2026, Menbud Janjikan Penguatan Ekosistem Film

5 hours ago 3

Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan dukungan penuh Kementerian Kebudayaan terhadap partisipasi delegasi Indonesia dalam ajang Festival Film Cannes 2026 di Cannes, Prancis. Dukungan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja Fadli Zon ke Prancis sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui perfilman.

Menurut Fadli Zon, kehadiran delegasi Indonesia di Cannes menunjukkan semakin besarnya perhatian dunia internasional terhadap perkembangan perfilman nasional dan kapasitas sineas Indonesia dalam membangun kolaborasi global.

"Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung penguatan ekosistem perfilman Indonesia agar semakin kompetitif, inklusif, dan mampu menjadi bagian penting dari percaturan perfilman dunia," ujar Fadli Zon, dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).

Fadli Zon menambahkan bahwa salah satu langkah konkret yang terus diperkuat pemerintah adalah melalui program Manajemen Talenta Nasional bidang film yang diarahkan untuk mendukung pengembangan kapasitas sineas muda, memperluas jejaring internasional, serta membuka akses kolaborasi dan pembiayaan bagi industri perfilman Indonesia.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) juga terus memperkuat berbagai program pendukungan perfilman melalui fasilitasi promosi internasional, pengembangan jejaring industri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia perfilman, hingga penguatan ekosistem perfilman di daerah sebagai bagian dari strategi pembangunan kebudayaan nasional.

"Kami ingin memastikan talenta-talenta perfilman Indonesia memiliki ruang tumbuh, kesempatan berjejaring, dan akses untuk tampil di panggung internasional," kata Fadli Zon.

Fadli Zon menegaskan bahwa perfilman merupakan salah satu instrumen penting diplomasi budaya Indonesia yang mampu memperkenalkan identitas, nilai, serta keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Oleh karena itu, Kemenbud berkomitmen memperkuat ekosistem perfilman nasional dari hulu hingga hilir, termasuk mendorong lahirnya lebih banyak karya berkualitas yang berakar pada kekayaan budaya Indonesia.

Partisipasi Indonesia di Cannes 2026 hadir melalui berbagai program dan platform bergengsi. Pada program Semaine de la Critique, Indonesia diwakili oleh empat film pendek dalam program Next Step Studio dengan keterlibatan Reza Rahadian, Khozy Rizal, Shelby Kho, dan Reza Fahri bersama rumah produksi KawanKawan Media.

Selain itu, film Waterland, produksi Jerman yang berkolaborasi dengan Indonesia, turut melibatkan koproduser Indonesia Anisa Adjam dan Bagus Suitrawan. Pada program Directors' Fortnight, film 9 Temples to Heaven dari Thailand hadir sebagai proyek koproduksi dengan Indonesia melalui keterlibatan koproduser Giovani Rahmadeva dari Qun Film.

Sementara dalam Short Film Corner, Indonesia berpartisipasi melalui proyek pitching Gentle Hands dalam program Focus Script - Cinéma de Demain yang dipresentasikan oleh produser Feisha Permanayadi dan sutradara Garry Christian.

Kehadiran Indonesia juga diperkuat oleh Fransiska Prihadi dari Minikino yang dipercaya sebagai salah satu penentu keputusan di dalam Short Film Corner serta produser Fadhila Ristianty yang terpilih dalam program Rendezvous Industry sebagai producer in spotlight.

Di bidang film dokumenter, program Docs by the Sea menjadi salah satu host dalam Cannes Docs. Selain itu, sutradara Kamila Andini menerima penghargaan dalam ajang Women in Cinema Gala yang diselenggarakan oleh Red Sea Foundation sebagai salah satu dari enam perempuan sineas terpilih yang mendapatkan penghormatan tahun ini.

Indonesia juga menandai penguatan kerja sama internasional melalui peluncuran Project SamaSama, sebuah program co-development antara Indonesia dan Belanda yang merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman bilateral kedua negara di bidang kebudayaan.

Program tersebut dihadiri oleh 10 produser Indonesia dan diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi produksi yang lebih luas di tingkat internasional. Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon turut melakukan pertemuan dengan Guillaume Esmiol untuk membahas kesiapan Indonesia sebagai Guest of Honor pada Festival Film Cannes tahun 2028.

"Kami berharap kehadiran Indonesia di panggung perfilman dunia dapat mendorong semakin banyak sineas muda Indonesia untuk berani berkarya, membangun jejaring internasional, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui medium film kepada masyarakat dunia," tutup Fadli Zon.

Dengan mengusung narasi tentang keragaman budaya Indonesia yang sangat kaya atau mega-diversity, Fadli Zon menambahkan bahwa kehadiran Indonesia sebagai kandidat Guest of Honor Festival Film Cannes tahun 2028 akan menjadi upaya memperkuat ekosistem perfilman di seluruh daerah di Indonesia sekaligus sarana menarik investasi di bidang perfilman di Indonesia. (prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |