Mentrans Dukung Investasi Sektor Digital & AI Rp 88 T di Batam

4 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan dukungannya atas masuknya investasi di sektor digital dan artificial intelligence/AI di Kota Batam, Kepulauan Riau, yang mencapai sekitar Rp 88 triliun.

Ia menilai investasi pembangunan AI Data Centre di kawasan Nongsa dapat memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital dan teknologi masa depan Indonesia.

Iftitah pun menekankan pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghadirkan angka investasi, tetapi juga harus menghadirkan pekerjaan, kesejahteraan, dan harapan bagi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investasi harus memberikan dampak nyata bagi rakyat. Yang paling penting bukan hanya nilai investasinya, tetapi seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2026).

Ia menegaskan Kementerian Transmigrasi siap mendukung penyiapan tenaga kerja yang dibutuhkan industri melalui berbagai program pelatihan peningkatan kapasitas, keterampilan, disiplin kerja, dan integritas.

"Kita harus memastikan masyarakat Indonesia, khususnya generasi mudanya, mampu menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital dunia. Karena itu, kompetensi dan integritas harus berjalan berbanding lurus," lanjutnya.

Lebih lanjut, Iftitah mengungkapkan masyarakat transmigrasi bukan hanya para transmigran, tetapi juga masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi dan wilayah sekitarnya. Karena itu, investasi harus mampu menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

"Jika masyarakat transmigrasi, yaitu bukan hanya para transmigran tetapi juga masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi, dapat terserap oleh lapangan kerja dari investasi tersebut, maka multiplier effect-nya akan sangat besar. Pengangguran berkurang, pendapatan masyarakat meningkat, dan kemiskinan dapat ditekan," ucapnya.

Ia menambahkan, hal tersebut merupakan implementasi nyata Pasal 33 UUD 1945 sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, bahwa pembangunan ekonomi harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

"Yang menikmati hasil pembangunan tidak boleh hanya pengusaha dan investor, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan," tegasnya.

Iftitah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Batam yang dinilai berhasil membangun kepercayaan investor dan menciptakan optimisme terhadap masa depan Batam sebagai pusat ekonomi digital nasional.

"Kami memberikan apresiasi kepada kepemimpinan Batam hari ini, khususnya duet Bapak Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia Chandra, yang mampu membangun kepercayaan dan optimisme para investor terhadap Batam," ungkapnya.

Menurutnya, investor datang bukan hanya karena insentif, tetapi juga karena percaya terhadap kepemimpinan, stabilitas, kepastian, dan kecepatan pelayanan.

Iftitah menyampaikan transformasi ekonomi nasional membutuhkan sinergi antara investasi, infrastruktur, teknologi, dan pembangunan manusia.

"Tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan investasi, tetapi memastikan rakyat ikut tumbuh bersama investasi tersebut. Masyarakat harus semakin sejahtera, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan anak-anak muda Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri," pungkasnya.

Simak juga Video 'Mengintip Rencana Komdigi Wajibkan Platform Digital Punya Kantor di RI':

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |