Menteri P2MI Gelar Kick Off SMK Go Global, Siapkan Lulusan ke Luar Negeri

3 hours ago 1
Jakarta -

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi menggelar kick off SMK Go Global di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta Timur (Jaktim). Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan hal ini merupakan upaya menyiapkan lulusan SMK untuk langsung bekerja di kancah internasional.

Kick off digelar di BDI, Jaktim, Rabu (26/8/2026), menggandeng Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Mukhtarudin mengatakan program SMK Go Global merupakan langkah strategis pemerintah untuk menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.

"Mereka harus dibekali kompetensi teknis, kemampuan bahasa, sertifikasi, serta pemahaman budaya kerja negara tujuan. SMK Go Global bukan sekadar program pelatihan. Ini adalah upaya pemerintah menyiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki kompetensi dan sertifikasi yang diakui secara global," ujar Mukhtarudin kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga mereka mampu bersaing dan mendapatkan pekerjaan yang layak di pasar kerja internasional," tambahnya.

Peserta program SMK Go Global tidak hanya terbatas untuk lulusan SMK, tapi juga lulusan SMA dan umum, termasuk S1 dan S2. Program ini juga merupakan pelatihan upskilling bagi para calon pekerja migran dengan target peserta siap penempatan untuk bekerja ke luar negeri.

"Jangan sampai calon pekerja migran berangkat ke luar negeri tanpa kompetensi yang memadai dan tanpa pelindungan. Kita ingin mereka berangkat secara resmi, memiliki keterampilan yang dibutuhkan, memahami hak dan kewajibannya. Serta mendapatkan pelindungan di seluruh tahapan migrasi, mulai dari persiapan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke Indonesia," katanya.

Program SMK Go Global merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan 500 ribu tenaga kerja, terdiri atas 300 ribu calon pekerja migran Indonesia (CPMI) lulusan SMK dan 200 ribu CPMI umum. Mereka diproyeksikan mengisi berbagai sektor pekerjaan yang memiliki kebutuhan tenaga kerja di pasar internasional.

"Antara lain caregiver, welder, hospitality, nurse, truck driver, manufaktur, transportasi, pertanian, konstruksi, hingga sektor kelautan. Adapun negara tujuan yang diproyeksikan mencakup Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, kawasan Eropa, Turki, Taiwan, dan beberapa negara lainnya," ungkapnya.

Mukhtarudin menyampaikan penempatan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja serta kondisi geopolitik dunia. Pemerintah tidak hanya mengejar jumlah penempatan, tetapi juga memastikan kualitas tenaga kerja yang ditempatkan.

"Target kita bukan hanya berapa banyak yang bisa ditempatkan. Yang jauh lebih penting adalah berapa banyak pekerja Migran benar-benar memiliki kompetensi, tersertifikasi, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan terlindungi. Karena itu, kualitas menjadi kata kunci dalam SMK Go Global," imbuhnya.

Lihat juga Video: P2MI: SMK Go Global dalam Tahap Pendataan Peminatan Peserta

(dvp/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |