Mensos Sebut Sekolah Rakyat Berdampak Positif ke Akademik-Karakter Siswa

2 hours ago 3

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga rentan yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan layak.

"Sekolah Rakyat kita rancang sebagai upaya untuk memotong rantai kemiskinan. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan, dan negara harus hadir bagi mereka yang selama ini tidak terlihat," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis. Rabu (6/5/2026).

Hal itu dikatakan Gus Ipul dalam konferensi pers yang digelar di Auditorium Bakom RI, Jakarta Pusat, hari ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari penyampaian capaian program lintas sektor pemerintah, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah, penanganan tuberkulosis (TB), serta penguatan akses pendidikan bagi kelompok rentan.

Program Sekolah Rakyat dilaksanakan mengacu pada mandat konstitusi, khususnya Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan kewajiban negara dalam memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar.

Berdasarkan data yang dihimpun, Gus Ipul mengungkapkan mayoritas siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga pada desil 1 dan desil 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekitar 60 persen orang tua bekerja sebagai buruh atau tenaga harian lepas, 67 persen berpenghasilan di bawah Rp 1 juta per bulan, dan 65 persen memiliki tanggungan lebih dari empat orang. Bahkan, terdapat anak-anak yang belum pernah bersekolah maupun mengalami putus sekolah, serta hidup dalam kondisi sosial yang rentan.

"Berbeda dengan sekolah pada umumnya, penerimaan siswa dilakukan melalui penjangkauan aktif berbasis data, verifikasi lapangan, dialog dengan orang tua, serta penetapan oleh pemerintah daerah. Untuk tahun ajaran 2026, pemerintah menargetkan penerimaan sebanyak 32.640 siswa baru," jelasnya.

Dia mengatakan, saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik rintisan yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, dengan jumlah siswa mencapai lebih dari 14.936 orang.

Gus Ipul pun mengajak setelah lebih dari sembilan bulan berjalan, perkembangan anak-anak Sekolah Rakyat menunjukkan perubahan yang signifikan, tidak hanya secara akademik tetapi juga dari sisi kesehatan dan mental.

Dari aspek kesehatan, banyak siswa yang sebelumnya mengalami kurang gizi, anemia, maupun kebugaran rendah, kini menunjukkan perbaikan. Berat dan tinggi badan meningkat, kondisi fisik lebih bugar, serta daya konsentrasi belajar ikut membaik.

"Ini terlihat sederhana, tetapi sangat mendasar. Anak yang sehat memiliki kesempatan belajar yang jauh lebih baik," katanya.

Sementara dari sisi karakter, terjadi perubahan perilaku yang signifikan. Siswa menjadi lebih disiplin, lebih percaya diri, lebih mandiri, serta menunjukkan sikap yang lebih positif dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan, berdasarkan testimoni orang tua, anak-anak kini lebih rajin beribadah, terbiasa bangun pagi, tidak lagi kecanduan gawai, serta mulai memiliki semangat membantu keluarga.

"Sekolah Rakyat tidak hanya mengubah satu anak, tetapi memulihkan harapan dalam satu keluarga," ujarnya.

Selain itu, perkembangan akademik juga mulai terlihat. Pada tahun 2026, Sekolah Rakyat akan meluluskan 453 siswa pertama dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Para lulusan ini diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil sesuai minat dan potensi masing-masing.

Di bidang prestasi, siswa Sekolah Rakyat mulai menunjukkan daya saing di berbagai level. Tercatat satu siswa meraih prestasi tingkat internasional, termasuk Juara 2 dalam ajang Senkaido Open International Karate Championship Series 7 Tahun 2025.

Selain itu, sebanyak 162 siswa mencatatkan prestasi di tingkat nasional, 87 siswa di tingkat provinsi, dan 75 siswa di tingkat kabupaten/kota. Capaian ini menjadi bukti bahwa anak-anak dari keluarga rentan mampu berprestasi ketika diberikan akses dan pendampingan yang tepat.

"Kami memastikan seluruh proses penyelenggaraan Sekolah Rakyat, termasuk pengelolaan program dan dukungan fasilitas, dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Gus Ipul.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menekankan pentingnya intervensi kesehatan sejak dini melalui sekolah.

"Melalui sekolah, negara hadir memastikan seluruh anak tanpa terkecuali mendapat layanan dasar yang sama, sehingga potensi masalah kesehatan dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat," tutupnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Deputi I Fahd dan Deputi II Timothy Ivan Triono. Sementara dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hadir Menteri Abdul Mu'ti yang didampingi Sekretaris Jenderal Suharti. (prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |