Lanjutkan Amanah Presiden, Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak

3 hours ago 4

Palembang -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026. Kapolri menegaskan kegiatan ini merupakan amanah Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mewujudkan cita-cita Indonesia mencapai swasembada pangan nasional.

Kegiatan ini dipusatkan di Sumatera Selatan (Sumsel) dan dihadiri jajaran polda se-Indonesia yang mengikuti secara Zoom Meeting. Turut hadir di lokasi, Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa dirinya telah melaporkan rencana kegiatan ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar dari Presiden Prabowo yang harus dijalankan oleh seluruh jajaran kepolisian.

"Beberapa hari yang lalu, saya melaporkan kepada Bapak Presiden tentang rencana acara ini. Saya menanyakan kepada beliau apakah untuk program ini masih lanjut, dan beliau perintahkan lanjutkan. Tentunya ini menjadi amanah beliau dan harus kita betul-betul laksanakan," ujar Kapolri, Sabtu (7/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenderal Sigit menegaskan penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026 ini merupakan komitmen Polri dalam mewujudkan program swasembada pangan nasional. Selain mewujudkan ketahanan pangan, penanaman jagung ini sangat diperlukan mengingat kebutuhannya semakin meningkat dalam upaya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Swasembada ketahanan pangan khususnya jagung yang kebutuhannya semakin besar karena juga ada program MBG, program BGN yang membutuhkan pakan ternak yang cukup. Sehingga mau tidak mau, selain untuk kebutuhan yang biasa kali ini ada juga kebutuhan ekstra," katanya.

Pada kesempatan itu, Kapolri menyampaikan terima kasih kepada seluruh polda jajaran serta kementerian/lembaga dan stakeholders lainnya yang berperan aktif dalam mewujudkan program swasembada pangan ini.

Menyinggung situasi politik global perang AS-Israel melawan Iran saat ini, Kapolri menyampaikan bahwa dunia dihadapkan dengan situasi yang penuh ketidakpastian. Hal ini juga berdampak terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

"Kita ingat pidato Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, bahwa untuk bisa menghadapi situasi global yang tidak menentu maka kita harus bisa mandiri, kita harus bisa berdiri di kaki sendiri," ujarnya.

Oleh karena itu, kebijakan Prabowo dalam mendorong swasembada pangan dan energi dinilai merupakan langkah tepat untuk menghadapi potensi ancaman ke depan.

"Dan tentunya bagaimana ke depan kita betul-betul bisa mengelola seluruh sumber daya alam yang kita miliki untuk kemudian kita gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," pungkasnya.

(mea/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |