Kota Serang -
Seorang wanita berinisial IP (27) di Kampung Sepang Susukan, Kota Serang, dilaporkan tewas karena gantung diri, tapi terungkap korban ternyata dibunuh pacarnya. Polisi menjelaskan kronologi peristiwa tersebut hingga rekayasa pelaku AH (36) terungkap.
Kanit Jatanras Polresta Serang Kota, Iptu Angga Kusuma Wardana, menjelaskan peristiwa itu berawal saat IP bertengkar dengan pelaku berinisial AH (36) di sebuah kontrakan di Kampung Sepang Susukan. Awalnya, korban bersama pelaku dan dua temannya berkumpul untuk minum minuman keras pada Minggu (13/9) sekitar pukul 16.00 WIB.
"Awalnya ini pada hari Minggu jam 16.15 WIB di kontrakan tersebut berkumpul lah almarhumah, tersangka berinisial AH, kemudian kawannya berinisial AS, dan satu orang lagi kawannya berinisial MR. Itu di dalam kontrakan tersebut mereka minum-minuman keras," kata Angga, Jumat (18/9/2026).
Kedua teman pelaku kemudian pergi meninggalkan kontrakan, sehingga di kontrakan tersebut hanya ada pelaku dan korban. Malam harinya, pelaku dan korban ribut hingga terdengar oleh tetangga. Tetangga pun memutuskan mendatangi kontrakan pelaku karena terdengar benda kaca dilemparkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian antara pukul 19.30 sampai dengan jam 20.00, warga mendengar ada tiga orang saksi yang mendengar adanya keributan di kontrakan tersebut. Sehingga ketiga orang warga tersebut mendatangi kontrakan tersebut untuk menanyakan kenapa ini ada ribut-ribut," jelasnya.
Tersangka membuka jendela dan menyampaikan bahwa keributan tersebut adalah masalah suami istri. Sehingga, kata Angga, saat itu para saksi tersebut kembali meninggalkan kontrakan.
Kemudian, pada pukul 23.00 WIB, pelaku menelepon dua teman yang sore tadi berkumpul. Dia meminta dijemput untuk mencari selingkuhan korban.
"Nah, kemudian jam 23.00, dari awalnya si tersangka ini menghubungi temannya dua orang tersebut untuk menjemput di Warung Madura. Warung Madura ini dengan kontrakannya ini kurang lebih berjalan berjarak 100 meter. Dengan alasan untuk mencari seseorang yang diduga selingkuhan almarhumah ini," katanya.
Tiga orang tersebut pergi ke arah Taktakan dan Legok. Kemudian, mereka pulang dan mengantarkan tersangka pulang pada Senin (14/9) sekitar pukul 00.30 WIB.
"Para saksi ini mengantarkan tersangka ini ke depan masjid yang kurang lebih antara kontrakan dengan masjid itu berjarak 50 meter. Setelah itu, setelah ditinggalkan, kemudian dua orang saksi ini kembali pulang. Kembali pulang, namun belum sempat kembali ke rumahnya masing-masing, mereka ditelepon oleh tersangka dengan mengatakan bahwa almarhumah telah meninggal dengan gantung diri," ujar Angga.
Menurut Angga, hanya tersangka yang melihat kondisi korban telah tergantung.
"(Teman tersangka) melihat adanya almarhumah ataupun korban itu sudah tergeletak di bawah. Jadi yang tahu kondisi itu tergantung adalah tersangka," ujarnya.
Korban lalu dibawa oleh pelaku dan warga lainnya ke rumah sakit. Selanjutnya, pihak rumah sakit melaporkan kepada polisi bahwa ada laporan korban diduga bunuh diri.
Setelah jenazah korban diautopsi, dilakukan pengecekan TKP dan pemeriksaan saksi, polisi menyebut kasus ini adalah pembunuhan. Korban tidak meninggal karena gantung diri.
"Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, kemudian hasil visum dan otopsi sementara, kami menemukan adanya dugaan bahwa almarhumah meninggal dunia bukan karena gantung diri, tetapi penyebabnya karena adanya penganiayaan," jelasnya.
Motif Cemburu
Polisi mengungkap motif pria AH merekayasa pembunuhan kekasihnya, wanita IP, yang dibuat seolah-olah gantung diri di kontrakan Kampung Sepang Susukan, Kota Serang, Banten. AH mengaku membunuh kekasihnya itu karena terbakar api cemburu dan menuduh korban telah berselingkuh.
"Korban sempat terlibat percekcokan dengan AH terkait permasalahan dugaan perselingkuhan korban dengan pria lain," kata Kasat Reskrim Polresta Serang Kota Kompol Alfano Ramadhan kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).
Korban awalnya ditemukan tewas pada Senin (14/9). Pria AH yang menemukan jasad korban saat itu.
Keterangan awal AH saat itu, dia mengaku menemukan korban dalam posisi tergantung di kusen kamar. Singkat cerita, jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit.
(aik/wnv)

















































