Jakarta -
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mengecam aksi Israel menghancurkan markas United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East atau Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Yerusalem. Sukamta menilai tindakan Israel melukai nurani kemanusiaan.
"Penghancuran markas United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) di Yerusalem timur adalah luka bagi nurani kemanusiaan," kata Sukamta kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
"Ketika sebuah lembaga yang bertugas memberi makan, pendidikan, dan perlindungan bagi pengungsi justru dijadikan sasaran, maka yang diserang bukan hanya sebuah bangunan, tetapi rasa kemanusiaan itu sendiri," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukamta mengatakan UNRWA hadir untuk melayani kelompok paling rentan. Menurutnya, penghancuran fasilitas kemanusiaan sama dengan menutup pintu harapan bagi para pengungsi.
"Apa pun dalih politik dan keamanan, kemanusiaan seharusnya menjadi garis batas terakhir yang tidak boleh dilanggar. Ketika batas itu runtuh, dunia sedang bergerak ke arah yang berbahaya, yaitu normalisasi penderitaan dan pembenaran atas ketidakadilan," ujarnya.
Sukamta menilai sikap diam terhadap tindakan Israel hanya akan mempercepat tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan global. Dia menekankan pentingnya solidaritas internasional terhadap rakyat Palestina.
"Diam terhadap tindakan semacam ini berarti membiarkan kemanusiaan terus tergerus. Solidaritas terhadap rakyat Palestina bukan sekadar sikap politik, melainkan tanggung jawab moral bersama untuk memastikan bahwa nilai kemanusiaan tetap hidup di tengah konflik dan kekerasan," ucapnya.
Sebelumnya, Israel mengerahkan sejumlah buldoser menghancurkan bangunan di markas besar UNRWA yang ada di Yerusalem Timur. PBB mengutuk keras tindakan Israel.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/1), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta Israel segera menghentikan mengerahkan buldoser ke markas UNRWA. Guterres mengatakan UNRWA adalah wilayah yang kebal dan tidak bisa diganggu gugat.
"Sekretaris Jenderal mendesak pemerintah Israel untuk segera menghentikan pembongkaran kompleks UNRWA Sheikh Jarrah, dan untuk mengembalikan serta memulihkan kompleks tersebut dan tempat-tempat UNRWA lainnya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa tanpa penundaan," kata juru bicara Guterres, Farhan Haq kepada wartawan.
Israel berulang kali menuduh UNRWA memberikan perlindungan kepada militan Hamas dan menuduh beberapa staf UNRWA ikut serta dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
(amw/fas)
















































