Jakarta -
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengapresiasi gerak cepat Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembunuhan Ermanto Usman (65) di Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat. Habiburokhman mengatakan pengungkapan kasus ini berkat kerja keras Kapolda Irjen Asep Edi Sugeri dan jajarannya.
"Atas nama Komisi III DPR RI kami mengapresiasi Polda Metro Jaya yang bergerak cepat menangkap pelaku pembunuhan Ermanto Usman," kata Habiburokhman kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Kapolda Asep Edi Sugeri serta jajarannya yang bekerja keras siang dan malam mengungkap kasus ini serta menangkap pelaku," imbuhnya.
Habiburokhman mendukung penyidik untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Dia juga meminta penyidik Polda Metro Jaya untuk menyampaikan perkembangan kasus ini ke publik.
"Kita dukung penyidik untuk mengusut kasus ini sampai tuntas dan selanjutnya menyampaikan hasil penyidikan kepada masyarakat," ujarnya.
Habiburokhman juga meminta motif pelaku hingga ada atau tidaknya keterlibatan orang lain dalam kasus ini diungkap seterang-terangnya. Hal itu, katanya, agar tidak menimbulkan spekulasi tidak berdasar.
"Jika penyidikan sudah selesai kami minta agar diungkap apakah pelaku berkerja seorang diri, bagaimana cara melakukannya serta apa motifnya. Dengan demikian tidak timbul spekulasi-spekulasi tidak berdasar," tuturnya.
Ermanto Usman merupakan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT). Ermanto bersama istrinya ditemukan bersimbah darah di kediamannya di Bekasi.
Ternyata Ermanto korban perampokan. Dalam aksi perampokan itu, Ermanto Usman tewas di lokasi akibat pukulan linggis oleh pelaku. Sedangkan istri Ermanto, berinsial P masih menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami kritis.
Pelaku diketahui bernama Sudirman alias Yuda. Pelaku ditangkap pukul 18.54, Senin (9/3) kemarin di Cilincing, Jakarta Utara.
Pelaku menggasak sejumlah barang mulai dari perhiasan hingga kunci mobil. Adapun sederet barang bukti yang diamankan Polisi antara lain linggis yang diketahui sebagai alat pelaku untuk membunuh korban. Kemudian uang tunai, tiga buah ponsel, satu laptop, hingga satu buah gunting.
Motif Perampokan
Polda Metro Jaya mengungkap pelaku tidak menargetkan korban dan memilih rumah korban secara acak.
"Motif pencurian atau pembunuhan yang dilakukan dalam rangkaian pencurian oleh tersangka tersebut," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam jumpa pers, Rabu (10/3).
Iman mengatakan pelaku melihat rumah Ermanto Usman paling besar di wilayah tersebut. Sehingga pelaku beranggapan banyak barang yang bisa dicuri.
"Pelaku melihat bahwa rumah tersebut adalah rumah paling besar sehingga pelaku mengira di sana bisa memperoleh cukup banyak benda barang yang dicari," jelasnya.
(whn/zap)

















































