Kesaksian Warga tentang Aiptu Harmanto Tolak Suap dan Jadi Problem Solver

5 hours ago 1

Jakarta -

Aiptu Harmanto dikenal sebagai sosok polisi yang jujur oleh warga Kelurahan Wagom, Fakfak, Papua Barat. Bhabinkamtibmas Kelurahan Wagom itu juga menjadi problem solver bagi masyarakat di desa binaannya.

Atas kiprahnya itu, Aiptu Harmanto diusulkan menjadi kandidat Hoegeng Awards 2026 oleh warga Wagom bernama Maidrus Hindom. Dia memuji Aiptu Harmanto yang selalu hadir di tengah-tengah masalah warga dan membantu menanganinya.

"Orangnya berwibawa, kami sebagai masyarakat juga menilai beliau sangat baik. Selalu memberi solusi, mau dalam tugas kepolisian atau di luar kepolisian dia selalu membantu," kata Maidrus kepada detikcom, Rabu (18/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maidrus menyebut perselisihan masyarakat kerap terjadi di Kelurahan Wagom, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak. Namun, ia merasa beruntung karena ada sosok Aiptu Harmanto yang menjadi pemecah kebuntuan masalahnya.

"Setiap ada permasalahan di RT, di lingkungan kami biasanya ada keributan masyarakat, cekcok perselisihan antara tetangga, itu dia datang mediasi. Sebelum dia tindak lanjuti ke Polres, biasanya Pak Harmanto yang mediasi dulu, kecuali dia berat sekali, baru diajukan ke Polres. Kalau bisa diselesaikan di lingkungan RT/kelurahan, biasanya dia langsung mediasi," ucapnya.

Sebagai masyarakat sipil, Maidrus mengenal Aiptu Harmanto lewat berbagai kegiatan sosialisasi kepolisian dengan masyarakat setempat. Dari situ, ia sering bekerja sama dan mengikuti kegiatan Aiptu Harmanto untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungannya.

Karena sering bekerja sama, Maidrus pun semakin mengenal sosok Aiptu Harmanto. Suatu saat ia pernah menyaksikan sendiri jika Aiptu Harmanto menolak suap ketika menangani masalah penyakit masyarakat, yakni peredaran minuman keras.

"Itu betul memang kenyataan (Aiptu Harmanto tolak suap), pernah itu kejadian ada kasus miras mereka mau sodorkan uang ke Pak Harmanto untuk tutup mulut tapi dia tolak. Kalau dibilang jujur memang beliau jujur," ujar Maidrus.

"Saya pernah lihat itu 1 kali, suap untuk tutup mulut. Mau kasih buat peredaran miras, Pak Hermanto tegur ini melarang supaya tidak ada peredaran minuman, orang itu mau suap sodorkan uang, tapi Pak Harmanto nggak mau. Akhirnya ditindak juga, dikontak ke Polres, langsung ditindak," sambungnya.

Beberapa waktu lalu, Rasid Wadjo selaku Lurah Wagom juga pernah bicara terkait kejujuran Aiptu Harmanto yang menolak suap karena menegakkan aturan. Menurutnya, Aiptu Harmanto tanpa pamrih dalam membantu masyarakat.

"Suapnya itu ya seperti mereka jual miras, terus langsung kita tangkap tangan, tapi minta jangan diproses. (Beliau bilang) tidak bisa, karena ada tingkatan penyelesaian hukumnya. Jadi tetap penyelesaiannya jalan," kata Rasid.

Aiptu Harmanto, kata Rasid, juga menolak suap dari penyelesaian masalah sengketa tanah. Menurutnya, Aiptu Harmanto selalu menegakkan aturan tanpa main mata dengan salah satu pihak agar diuntungkan dan memberi ganjaran.

"Dalam hal sengketa tanah, menyelesaikan mau ambil keuntungan daripada situ dia mau menyuap, beliau bilang tidak bisa, prosesnya kan jelas karena kami di kelurahan ini ya membuat aturannya seperti siapa yang punya legalitas hukum jelas, ya tetap kita proses hingga beliau tidak mau yang namanya suap menyuap," ujarnya.

Hal senada juga diungkap Ketua RT 23 Kelurahan Wagow, Saleha. Dia mengatakan tegas dan merangkul RT-RT untuk bekerja sama memberantas peredaran miras di masing-masing kawasannya.

"Misalnya kemarin, saya punya warga, mereka beli miras. Jadi, saya sendiri yang kedapatan mereka bawa minuman, saya hubungi beliau, dia datang dan kita sama-sama sidak itu minuman itu 60 liter. Kita sama-sama ambil," kata Saleha.

"Terus beliau bicara dengan saya 'Ibu jangan coba-coba kalau yang punya minuman datang minta kompensasi, Ibu terima, tidak boleh, karena kita kerja sesuai aturan'. Saya bilang siap, saya juga kerja sesuai aturan, kita sama-sama laksanakan," imbuhnya.

Penjelasan Aiptu Harmanto

Aiptu Harmanto sebelumnya merupakan salah satu kandidat Hoegeng Corner 2025 yang diusulkan oleh Polres Fakfak. Harmanto menjadi Bhabinkamtibmas Kelurahan Wagom sejak tahun 2015.

"Jadi pekerjaan di luar tupoksi kami, kami tetap menjalankan sesuai hati nurani sehingga program pemerintah berjalan dengan baik. Terutama bagaimana kita selalu mengayomi masyarakat memberikan jaminan khusus kepada masyarakat yang kurang maksimal terkait dengan masalah kesenjangan hukum," kata Harmanto saat berbincang dengan detikcom, Senin (6/10/2025).

Harmanto mengatakan masalah sengketa tanah seringkali dihadapi oleh warganya. Sempat ada pihak yang berupaya memberikan suap kepada Harmanto agar kasusnya tidak dibawa ke ranah hukum.

"Ada beberapa juga memang masyarakat yang seketika ada permasalahan mereka meminta kami untuk membantu gimana mereka bisa yang salah jadi benar, ibarat kita menolong dia, tapi kami tetap menolak dengan dasar bahwa kami adalah contoh di masyarakat sehingga tidak boleh menerima beberapa suap," ucap Harmanto.

"Namun terjadi malah kami yang mengeluarkan uang kepada masyarakat, dengan tupoksi kami sebagai Bhabin, dan juga masalah anggaran juga, di mana anggaran itu kita manfaatkan untuk kebutuhan masyarakat dikira perlu kita bantu secara ikhlas, kita berikan sembako atau apa," tambahnya.

Harmanto mengatakan warga yang melakukan kesalahan harus dilakukan penindakan. Hal itu, kata dia, agar tidak terjadi kesalahan yang berulang dan tidak pihak yang dirugikan.

"Kalau masalah tawaran ke kami mereka tidak menyebutkan besarannya, cuma 'kalau seperti ini kami akan memberikan ucapan terima kasih', tapi tidak pernah menyebutkan besaran," ujarnya.

Selain perkara tanah, masalah minuman keras juga menjadi kasus yang sering terjadi di wilayah binaan Aiptu Harmanto. Dia menyebut ada upaya suap yang dilakukan oleh pihak penjual miras.

"Apalagi di sini banyak yang jual itu, mohon maaf, minuman keras, kalau tertangkap tangan, mereka sangat ini sekali, bagaimana supaya kita bisa bantu mereka, dengan usaha itu mereka jalan terus, tapi kami tetap arahkan untuk hal-hal demikian ditindak. Mudah-mudahan dengan adanya kita dengan masyarakat sudah baik, jangan sampai satu salah saja kita jadi jelek," ucapnya.

Aiptu Harmanto menekankan bahwa masalah minuman keras harus ditindak. Sebab, kata dia, kejahatan terjadi karena adanya pengaruh minuman keras.

"Yang utama di Papua ini banyak sekali hobinya miras, bagaimana bisa melepas kebiasaan mereka suka miras itu. Karena permasalahan ini diawali dengan miras, sehingga apabila adik-adik ada yang minum sering mengganggu masyarakat," kata Harmanto.

"Kita tetap dengan aturan hukum yang berlaku, kita amankan barang bukti, supaya kita membina mereka supaya bisa usaha lebih baik daripada usaha begitu," sambungnya.

Harmanto melakukan penolakan kepada warga yang hendak memberikan suap itu dengan memberikan edukasi. Dia tidak ingin citra kepolisian yang telah dibangunnya selama ini di Kelurahan Wagom menjadi rusak.

"Kami tetap sampaikan yang baik, apalagi suap-menyuap, kami namanya polisi ini kan selalu membawa citra kita punya instansi, pertama kita harus baik di masyarakat. Kalaupun ada masalah seperti itu, kami tetap memberikan arah yang baik, ikuti sesuai aturan hukum yang berlaku," imbuhnya.

Tonton juga video "Cerita Aiptu Harmanto Tolak Suap Kasus Miras-Sengketa Tanah di Fakfak Papua"

(fas/knv)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |