Kejagung Periksa 6 Orang Terkait TPPU Febrie, Termasuk Don Ritto-Nurman Herin

2 hours ago 2
Jakarta -

Kejagung melanjutkan pemeriksaan terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah. Dalam pemeriksaan hari ini, penyidik Tim 9 turut memeriksa dua tersangka lain dalam perkara ini, Don Ritto dan Nurman Herin.

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menyampaikan sebanyak empat orang saksi dari pihak swasta dipanggil bersama Don Ritto dan Nurman Herin. Pemeriksaan dilakukan di gedung Kejagung, Jakarta Selatan.

"Tim penyidik telah memeriksa empat orang saksi dari pihak swasta, yakni ES, R, RMA, dan JS," ujar Anang kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

"Selain empat orang saksi tersebut, tim penyidik juga memeriksa dua orang tersangka yakni DR dan NH," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anang belum memerinci hal yang didalami penyidik Tim 9 dalam pemeriksaan para saksi dan tersangka hari ini. Anang memastikan pemeriksaan saksi akan terus dilakukan penyidik untuk memperoleh alat bukti, memperjelas konstruksi perkara, serta melakukan penelusuran terhadap aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.

Pada Selasa (11/8), penyidik Tim 9 juga memeriksa tiga saksi. Dua di antaranya merupakan pihak perbankan. Selain itu, sebelumnya ada tujuh orang yang dipanggil sebagai saksi dalam perkara ini.

Sebagai informasi, Febrie telah ditetapkan sebagai tersangka dalam sejumlah perkara. Kasus yang menjerat Febrie ini awalnya ditangani Polri. Dalam perkembangannya, Polri menyerahkan penanganan perkara Febrie ke Kejagung.

Awalnya, Febrie dijerat sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU terkait perkara ASABRI. Dia dijerat sebagai tersangka bersama pengusaha bernama Don Ritto.

Selain itu, Febrie menjadi tersangka dalam kasus dugaan TPPU terkait temuan barang bukti berupa 74 kg emas dan uang tunai ratusan miliar rupiah. Kejagung juga menetapkan tersangka lain dalam kasus ini, yakni Nurman Herin.

Selain itu, ada penyidikan lain yang masih diproses terkait Febrie. Penyidikan itu terkait dugaan korupsi di PT Krakatau Steel serta pengadaan batu bara PLTU yang mengakibatkan blackout.

Saksikan Live DetikSore :

(kuf/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |