Kasus Alumni Tampar Siswi SMP di Bogor Berakhir Damai, Pelaku Janji Tak Ulangi

5 hours ago 4

Bogor -

Kasus alumni menampar siswi SMP berseragam pramuka di Kota Bogor, Jawa Barat, diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

"Betul, untuk masalah hukummya adalah disepakati oleh pihak keluarga korban, karena menimbang bahwa usia anak yang juga masih di bawah umur, sehingga berkesimpulan bahwa permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, tidak sampai dibawa ke ranah hukum," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menyebut pihak keluarga korban dan pelaku sempat bermediasi dan sepakat berdamai, tak lama setelah kejadian. Hasil mediasi juga sempat disampaikan ke pihak sekolah korban dan pelaku, namun video perundungan beredar hingga viral di media sosial.

Polisi kemudian mengambil langkah jemput bola dengan mendatangi pihak sekolah, untuk mengkonfirmasi identitas pelajar dalam video viral, siang tadi. Polisi juga menindaklanjuti hasil mediasi pihak keluarga korban dan pelaku, yang tidak mau melanjutkan ke ranah hukum.

"Kesimpulannya dari peristiwa ini bahwa permasalahan tersebut tidak diselesaikan lewat jalur hukum, dan kedua belah pihak tetap menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Dan yang paling utama mereka itu membuat pernyataan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut," kata Budi.

Sebelumnya, polisi mengungkap pemicu alumni tampar siswi SMP tersebut. Pelaku menampar korban diduga tidak terima digosipkan tempat indekosnya sering didatangi teman laki-laki sampai malam.

"Jadi peristiwa tersebut berawal dari korban ini ada yang menyampaikan berita bahwa di daerahnya tersebut sering ada yang membicarakan, bahwa di tempat kosannya (pelaku) ada yang sering begadang sampai malam atau suka ada teman-teman cowok yang main," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan, Kamis (13/8).

"Akhirnya berita tersebut tidak diklarifikasi kembali dan kemudian pelaku ini menemui korban sehingga terjadi pembully-an," lanjutnya.

Hal serupa juga diungkap staf Bagian SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor Ade Siswanto. Pelaku, kata Ade, berniat mengklarifikasi korban namun berujung melakukan kekerasan.

"Sebenernya masalahnya sepele. Intinya begini, yang memakai baju hitam yang perempuan itu adalah alumni, kemudian dia kos atau ngontrak. Nah (pelaku) dirumorkan, digosipkan lah ya, bahwa dia suka bawa lain jenis (pria) ke kosan, sering ngumpul, digosipkannya begitu," kata Ade.

Saksikan Live DetikSore :

(sol/lir)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |