Kapolri Soroti Tawuran Pemuda Saat Ramadan: Tolong Ingatkan Anak-anak Kita

3 hours ago 1

Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti aksi kumpul-kumpul anak muda yang berujung tawuran saat bulan suci Ramadan. Kapolri mengingatkan para orang tua selalu menjaga anak-anak agar tidak terlibat kegiatan yang kontraproduktif.

"Kalau saya lihat menjelang buka dan menjelang sahur ya atau pasca-sahur itu yang tradisi yang namanya kumpul-kumpul antar-anak muda kemudian naik motor kemudian tawuran itu malah menjadi tren. Nah, ini yang tolong nanti diingatkan pada saat kita melaksanakan kegiatan, pada saat salat tarawih. Diingatkan kepada anak-anak kita bahwa ini adalah bulan Ramadan, bulan suci, bulan yang penuh berkah. Tolong hindari hal-hal seperti itu," kata Kapolri saat menghadiri Puncak Resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam (PUI) di Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/2/2026).

Kapolri meminta semua pihak tidak terprovokasi melakukan hal-hal negatif. Dia juga mengajak PUI terlibat dalam menjaga lingkungan tetap tertib dan aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada yang memprovokasi, ingatkan mereka bahwa saat ini kita ada di bulan Ramadan. Sehingga harapan saya seluruh keluarga besar PUI betul-betul bisa menjadi cooling system," imbuh dia.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga berbicara mengenai aksi demonstrasi sebagai bentuk koreksi dari masyarakat kepada pemerintah. Kapolri menyinggung beberapa aksi menonjol yang terjadi beberapa waktu lalu dan memicu perhatian masyarakat luas.

"Beberapa waktu lalu juga muncul kenaikan pajak yang kemudian memunculkan aksi demo di mana-mana termasuk kejadian Agustus kelabu dan Black September atau September gelap ini tentunya bisa saja terjadi di tahun-tahun mendatang, bulan-bulan datang," imbuh Kapolri.

Kapolri menyampaikan pihaknya terus berbenah untuk melayani masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya melalui demo. Karena itu, kata Kapolri, Polri kini mengubah paradigma menjaga demonstrasi menjadi melayani demonstrasi,

"Karena kita juga menyadari bahwa masyarakat yang melaksanakan aksi demo adalah keluarga besar kita sehingga kemudian kita juga merubah paradigma yang tadinya menjaga kita ubah menjadi melayani dan dan kita melakukan pendekatan-pendekatan yang lebih preventif dialog," tutur dia.

(knv/hri)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |