Kapolri Ajak Mahasiswa Dukung Kebijakan Pemerintah Hadapi Dampak Krisis Global

4 hours ago 7

Jakarta -

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bicara pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan global, khususnya konflik di Timur Tengah. Dia pun mengajak elemen mahasiswa turut mendukung kebijakan pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri usai menghadiri Konsolidasi Nasional PB SEMMI di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). Dalam kegiatan ini, Kapolri didampingi Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, As SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivpropam Polri Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, dan Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana.

Jenderal Sigit awalnya menyampaikan apresiasi atas undangan konsolidasi nasional tersebut yang menjadi ajang silaturahmi antara kader SEMMI dan institusi Polri. Ia berharap hubungan ini terus mempererat kerja sama dalam mengisi pembangunan bangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menjadi kegiatan yang terus mempererat silaturahmi yang ada dan terus bersama-sama kita berjuang, bersama-sama mengisi dan membangun bangsa," ujar Jenderal Sigit.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka puasa bersama PB SEMMI, Kamis (12/3/2026)Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka puasa bersama PB SEMMI, Kamis (12/3/2026)

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengingatkan bahwa Polri memiliki tanggung jawab besar di bidang harkamtibmas, penegakan hukum, serta perlindungan masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Dasar dan semangat reformasi. Ia menegaskan bahwa Polri tidak terpisahkan dari perjuangan mahasiswa.

"Polri adalah anak kandung dari reformasi. Oleh karena itu, kami akan terus menjalankan apa yang menjadi amanah tersebut. Kami juga meminta kepada seluruh teman-teman aktivis untuk terus ikut menjaga institusi kami sehingga betul-betul bisa mewujudkan menjadi Polri yang civilian police sesuai dengan harapan masyarakat," jelasnya.

Menyoroti situasi internasional, Kapolri menjelaskan bahwa pemerintah Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang berupaya menjalankan politik bebas aktif untuk menjaga perdamaian dunia sekaligus menghadapi dampak krisis global. Salah satu fokus utama pemerintah adalah mendorong kemandirian bangsa di berbagai sektor.

"Pemerintah terus mendorong agar kita mampu berdiri di atas kaki sendiri. Salah satunya dengan mendorong ketahanan pangan dan ketahanan energi. Seluruhnya ini bisa kita lakukan kalau kita solid, kita bersatu padu untuk kemudian bergerak bersama," ujarnya.

Menutup keterangannya, Jenderal Sigit mengingatkan para generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi momentum bonus demografi pada tahun 2030-2035. Ia berharap soliditas yang terbangun saat ini bisa menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

"Jangan sampai kemudian momentum ini lewat. Bagaimana di situasi krisis yang ada kita solid, kita bersatu seluruh elemen membawa negara kita dari negara berkembang menjadi negara maju. Kita titipkan pada para generasi muda untuk bersiap menjadi calon-calon pemimpin pada saat Indonesia Emas di tahun 2045 nanti," pungkasnya.

(hri/jbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |