Kalbar Perpanjang Status Tanggap Darurat Asap Karhutla hingga 20 September

5 hours ago 2

Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) memperpanjang status tanggap darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Status tersebut diperpanjang hingga 20 September 2026.

"Status Tanggap Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla akan diperpanjang terhitung mulai tanggal 7 sampai dengan 20 September 2026," kata Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar Krisantus Kurniawan dilansir Antara, Kamis (10/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan perpanjangan dilakukan lantaran operasi penanganan dan pendinginan karhutla masih berlangsung. Penanganan dilakukan Satgas Darat dan Satgas Udara.

Krisantus mengatakan pihaknya juga menyiapkan dukungan anggaran untuk menangani dampak karhutla dan kekeringan. Salah satunya melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung mobilisasi personel, penyediaan dan distribusi logistik, pemenuhan kebutuhan air bersih, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana," kata dia.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kubu Raya memperpanjang status tanggap darurat bencana. Hal itu lantaran prediksi musim kemarau yang masih berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026.

"Kami telah melaksanakan rapat evaluasi dihadiri beberapa instansi termasuk BMKG. Kami evaluasi satu per satu dan diperkirakan sampai pertengahan Oktober 2026 ini masih akan terjadi kemarau," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kubu Raya Yusran saat memimpin rapat evaluasi di Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu.

Yusran Anizam mengatakan keputusan itu diambil usai pemerintah daerah melakukan evaluasi bersama sejumlah instansi. Termasuk, juga bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dia menilai perpanjangan status tanggap darurat menjadi dasar pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penanganan dampak kemarau. Khususnya, kata dia, pada sektor kesehatan dan pendidikan.

Selain itu, Pemkab Kubu Raya juga memfokuskan penanganan karhutla melalui pemadaman titik api yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.

"Meski jumlah titik api telah jauh berkurang, petugas dan relawan tetap melakukan pemantauan serta upaya pemadaman untuk mencegah kebakaran kembali meluas," tuturnya.

Simak juga Video 'Karhutla di Kalteng dan Ancaman Kesehatan Warga':

(amw/idh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |