Jakarta -
DKI Jakarta naik ke peringkat 24 dalam daftar kota termacet di dunia. Stafsus Gubernur DKI, Chico Hakim, mengatakan salah satu upaya Pemprov DKI untuk mengurai kemacetan ialah memperkuat sistem transportasi publik di Jabodetabek.
"Kami memperkuat koordinasi dengan daerah sekitar (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) untuk membangun sistem transportasi terintegrasi, termasuk pengembangan TransJabodetabek dengan enam rute yang sudah beroperasi dan pemetaan titik park and ride di perbatasan. Ini untuk mengurai kemacetan yang sering disebabkan oleh arus commuting dari luar Jakarta," kata Chico kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chico mengatakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana untuk berkolaborasi dengan Pemprov Banten untuk memperluas MRT. Selain itu, Pemprov DKI juga berupaya untuk mempercepat pembangunan MRT fase 2A.
"Pak Pramono juga menekankan kolaborasi dengan Banten untuk memperluas MRT, yang diharapkan mengurangi kemacetan secara lintas wilayah," ujarnya.
"Kami terus mengejar pembangunan MRT Fase 2A dan kawasan berorientasi transit (TOD) untuk mendekatkan hunian warga dengan pusat transportasi," sambung dia.
Selain itu, dia mengatakan pihaknya juga melakukan perbaikan geomterik jalan dan persimpangan. Kemudian, review proyek galian juga dilakukan untuk memastikan tak menambah kemacetan.
Lebih lanjut, Chico mengatakan Pemprov juga menyiapkan langkah-langkah penertiban di bidang lalu lintas. Termasuk, penindakan terhadap parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL).
"Penempatan petugas dan mobil derek di titik rawan, serta pengaturan ulang lampu lalu lintas melalui sistem pemantauan kamera NOV Dishub," kata dia.
Dia mengatakan sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik, Pemprov juga meluncurkan kebijakan tarif transportasi umum gratis bagi 15 golongan prioritas.
"Kebijakan ekonomi untuk dorong transportasi umum (dengan cara) tarif transportasi umum gratis bagi 15 golongan prioritas," tuturnya.
Macet Jakarta Posisi 24 Dunia
Sebelumnya, Jakarta naik ke peringkat 24 dalam daftar kota termacet di dunia. Jalanan Jakarta sepanjang tahun 2025 dinilai bertambah macet dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, Bandung menduduki peringkat 16 kota termacet di dunia, sekaligus menjadi kota paling macet di Indonesia tahun 2025.
Peringkat itu berdasarkan TomTom Traffic Traffic Index yang baru saja dirilis, dikutip Rabu (21/1). TomTom Traffic Index merupakan platform yang menganalisis tingkat kemacetan di ratusan kota di dunia berdasarkan data kecepatan dan lokasi kendaraan secara real-time alias floating car data (FCD). Data ini dikumpulkan dari perangkat GPS yang terpasang di kendaraan dan dianalisis untuk mengetahui seberapa padat kondisi jalan raya.
Dalam TomTom Traffic Index 2025 ini, Jakarta naik ke peringkat 24 sebagai kota termacet di dunia. Padahal tahun sebelumnya Jakarta menduduki peringkat 90 dalam indeks tersebut.
Saksikan Live DetikPagi:
(amw/jbr)
















































