Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap banjir yang melanda wilayah Jakarta. Mensesneg Prasetyo Hadi menilai banjir di Jakarta tidak hanya disebabkan tingginya curah hujan pada awal 2026.
"Tentunya itu hanya salah satu ya, faktor cuaca tingginya curah hujan di bulan basah akhir Januari ini memang cukup tinggi, tetapi kita tentu menyadari bahwa ini tidak sekedar faktor cuaca. Ini bagaimana perubahan tata ruang juga di situ berpengaruh, bagaimana pendangkalan-pendangkalan aliran daerah-daerah aliran sungai itu juga berpengaruh," kata Pras Hadi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data yang diketahui Pras, Jakarta sempat memiliki seribu situ atau danau yang berfungsi menjadi titik resapan air. Namun, seiring waktu, situ itu berkurang hingga hanya berjumlah ratusan.
"Termasuk data mengatakan bahwa wilayah Jabodetabek ini dulunya memiliki kurang lebih 1.000 situ atau danau atau telaga yang itu menjadi reservoir-reservoir daerah tangkapan air," ujar Pras.
Situ di Jakarta, kata Pras, kini hanya tersisa 200 yang menjadi perhatian Prabowo. Oleh sebab itu, Pras mengatakan pemerintah ingin menyelesaikan banjir dari akar masalah hingga penanganan jangka panjangnya.
"Nah menurut data terakhir hari ini kurang lebih hanya tinggal tersisa 200 situ yang ini tentunya menjadi perhatian kita bersama-sama yang oleh karenanya tadi Bapak Presiden menghendaki untuk tim ini bekerja dengan cepat, diminta lah Bappenas, kemudian Kemenko Infra, tentu nanti dengan PU, kemudian dengan ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kemendagri karena ini lintas provinsi untuk secepatnya mencari dan menganalisa supaya ke depan dapat kita selesaikan secara menyeluruh begitu, baik dari hulu sampai ke hilirnya," imbuhnya.
Banjir diketahui menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta akibat curah hujan tinggi hingga pada Kamis (22/1) sore. BPBD mencatat jumlah titik banjir terus bertambah, sebanyak 45 RT dan 22 ruas jalan di Jakarta dilanda banjir.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 45 RT dan 22 ruas jalan yang tergenang," kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan dalam keterangannya, Kamis (22/1).
Yohan menjelaskan banjir disebabkan curah hujan tinggi. Banjir per pukul 15.00 WIB itu terjadi di kawasan Jakarta Barat, Utara, Selatan, dan Timur.
Titik banjir tertinggi terjadi di Jakarta Barat, tepatnya di 2 RT Kelurahan Sukabumi Selatan dengan ketinggian 90 cm akibat curah hujan tinggi.
(rfs/maa)


















































