Jaga Identitas Budaya, Menbud Resmikan Pengembangan Candi Plaosan Tahap 1

6 hours ago 1

Jakarta -

Menteri Kebudayaan RI (Menbud), Fadli Zon meresmikan Pengembangan Situs Candi Plaosan Tahap I yang berada di bawah pengelolaan Museum Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

Adapun agenda ini menjadi permulaan penataan kawasan Plaosan dalam pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan bahwa pengembangan Situs Candi Plaosan Tahap I dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan publik sekaligus penguatan makna budaya yang terkandung di dalamnya, seraya menegaskan bahwa cagar budaya memiliki peran strategis dalam menjaga identitas dan keberlanjutan kebudayaan bangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan semakin tertatanya lanskap Candi Plaosan, harapannya akan menarik masyarakat untuk berkunjung dan memetik nilai-nilai dari Candi Plaosan sebagai warisan leluhur yang sarat makna, karena cagar budaya merupakan manifestasi fisik peradaban dan sejarah bangsa yang memiliki nilai penting bagi pemahaman identitas, kontinuitas budaya, dan pembentukan jati diri bangsa," tegas Fadli Zon dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Lebih lanjut, ia juga sampaikan bahwa proses pengembangan kawasan Candi Plaosan yang turut didukung oleh Djarum Foundation ini merupakan salah satu contoh hasil public-private partnership dalam pelestarian Cagar Budaya Nasional.

"Terima kasih atas dukungannya, juga satu komitmen, bahwa membangun atau memajukan kebudayaan itu tidak hanya dari pemerintah pusat, provinsi, atau kabupaten/kota, tetapi juga dari sektor swasta, korporasi, filantropis, dan juga komunitas budaya yang ada di sini," tutur Fadli Zon.

Menutup sambutannya, Fadli Zon mendorong adanya kolaborasi lintas sektor, mulai dari sektor publik hingga pelibatan siswa SMK yang mempelajari teknik konstruksi bangunan.

"Kita harapkan ke depan program pelindungan kebudayaan dan tradisi dapat bekerjasama dengan private sector hingga pelibatan pelajar SMK untuk workshop tentang pemugaran," ujar Fadli Zon.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin yang menaungi pengelolaan dan pemanfaatan Candi Plaosan, menyampaikan bahwa pengembangan tahap 1 ini merupakan langkah penataan yang lebih tertib dan representatif, tanpa mengurangi prinsip pelestarian cagar budaya.

"Pengembangan ini merupakan bagian awal dari rencana penataan kawasan Candi Plaosan secara bertahap, yang ke depan akan mencakup penataan lanskap, area publik, dan zona pendukung lainnya," jelasnya.

Dalam rencana pemanfaatannya, Candi Plaosan dikembangkan dengan layanan utama berupa ticketing dan pemanduan, serta didukung berbagai layanan penunjang, antara lain layanan sewa tempat untuk kegiatan outing, outbound, dan agenda budaya; paket wisata tematik seperti heritage trail, wellness (meditasi dan yoga), panorama matahari terbit dan terbenam, hingga jamuan makan tematik; layanan seni pertunjukan tradisional, kontemporer, dan religi; serta layanan minat khusus seperti dokumentasi, pernikahan, seremoni adat, dan aktivitas agro maupun ekowisata.

Guna mendukung rencana pengembangan dan pemanfaatan tersebut, Museum dan Cagar Budaya melaksanakan penataan lanskap kawasan Candi Plaosan yang mencakup area inti candi, area sakral, ruang publik, pintu masuk, area parkir, hingga penataan kawasan pendukung lainnya yang dilakukan secara bertahap.

Sementara itu, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Candi Plaosan dapat menjadi salah satu ikon keunikan budaya Indonesia.

"Dengan dikembangkannya Candi Plaosan, semoga nantinya bisa menjadi ikon Indonesia untuk kemudian dunia karena disini ada keunikan yang tidak dimiliki di Candi yang lain," ungkapnya.

Kemenbud berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak pihak terlibat aktif dalam upaya pelestarian cagar budaya di Indonesia.

Sebagai informasi, peresmian Pengembangan Situs Candi Plaosan Tahap I ini turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda, Staf Khusus Menteri Kebudayan Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono: Sekretaris Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara; Ketua Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Manggar Sari Ayuati; perwakilan Djarum Foundation, dan sineas Indonesia, Garin Nugroho.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |