Iran Setop Ekspor Pangan, PKB Minta RI Perkuat Produksi Dalam Negeri

4 hours ago 3
Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR sekaligus Ketua DPP PKB Daniel Johan menanggapi kebijakan pemerintah Iran yang menghentikan ekspor semua produk pangan dan pertanian karena situasi perang. Daniel menilai kebijakan tersebut dapat berpotensi memicu dampak global, termasuk terhadap Indonesia.

"Kawasan tersebut sangat terkait dengan pasokan energi dan pupuk dunia, dan ketika terjadi eskalasi konflik, harga minyak dan biaya logistik biasanya ikut terdorong naik. Dampaknya bisa merembet ke ongkos produksi pertanian, pakan, distribusi, hingga harga pangan di tingkat konsumen," kata Daniel kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daniel menekankan pentingnya memperkuat produksi pangan dalam negeri. Dia mengingatkan agar Indonesia tak terlalu bergantung pada impor, terutama untuk komoditas strategis.

"Pemerintah perlu memastikan ketersediaan pupuk, benih, dan dukungan pembiayaan bagi petani tetap terjaga, sekaligus menjaga stabilitas harga energi agar biaya produksi tidak melonjak tajam," ujarnya.

Selain penguatan produksi, Daniel juga meminta pemerintah mengantisipasi dampak gejolak global dengan memperkuat cadangan pangan nasional. Daniel mendorong optimalisasi serapan hasil panen petani serta pengawasan distribusi.

"Agar tidak terjadi spekulasi atau penimbunan. Biasanya rentan terjadi ketika ada gejolak, untuk itu koordinasi lintas kementerian juga penting supaya kebijakan energi, perdagangan, dan pertanian berjalan selaras," katanya.

"Dampak global mungkin tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi dengan penguatan produksi domestik dan manajemen stok yang baik, kita bisa memastikan tidak terjadi kelangkaan pangan dan masyarakat tetap terlindungi," imbuh dia.

Iran Setop Ekspor Pangan dan Pertanian

Sebelumnya, pemerintah Iran mengumumkan larangan ekspor semua produk pangan dan pertanian. Hal itu dilakukan saat perang dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) berkecamuk untuk hari keempat.

"Ekspor semua produk pangan dan pertanian telah dilarang hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata pernyataan pemerintah Iran sebagaimana dilaporkan kantor berita Tasnim dan dilansir AFP, Selasa (3/3).

Iran kini memprioritaskan barang-barang penting bagi kebutuhan rakyat di dalam negeri. Iran telah mengaktifkan rencana darurat sejak hari pertama serangan AS-Israel, yaitu Sabtu (28/2).

"Pemerintah telah memprioritaskan pasokan barang-barang penting bagi rakyat," demikian pernyataan Iran.

(amw/jbr)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |