Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah mengeluarkan instruksi agar kepala daerah melarang pembukaan lahan dengan cara dibakar, termasuk untuk alasan adat. Hal itu dilakukan seiring kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah melanda Indonesia.
"Saya mengeluarkan Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026, yang intinya melarang kepala daerah-bupati, gubernur, wali kota-pembukaan lahan dengan cara membakar tanpa kecuali. Kalau kemarin kan ada pengecualian masalah adat, sekarang tanpa kecuali," kata Tito di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menyebut langkah tersebut diambil guna mencegah munculnya titik pembakaran baru. Ia menambahkan bahwa instruksi itu baru saja diterbitkan.
"Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026 saya keluarkan kemarin, langsung. Meskipun Menteri Lingkungan Hidup juga sudah mengeluarkan edaran tanggal 10," sebutnya.
Tito menjelaskan seluruh unsur telah diminta bekerja maksimal dalam menangani karhutla. Prioritas saat ini adalah memadamkan api sekaligus mencegah timbulnya titik api baru.
"Jadi strategi utamanya, yang sudah terlanjur terbakar harus segera dipadamkan dan dilokalisasi dengan semua mobilisasi kekuatan, termasuk dari (Kementerian) PU, Kementerian Pertanian, dan lain-lain," sebutnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia telah mencapai 72.798 ha.
Berdasarkan data yang disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari, Minggu (22/8/2026), provinsi dengan luas karhutla terbesar adalah Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai 38.310 ha. Petugas yang dikerahkan untuk memadamkan api di Kalbar berjumlah 10.010 personel.
Berikut daftar luas karhutla dan sebaran Satgas darat di Indonesia:
Luas Lahan Terbakar:
Kalbar: 38.310,89 ha
Riau: 16.249,24 ha
Kalsel: 8.019,62 ha
Kalteng: 7.634,46 ha
Sumsel: 1.926,23 ha
Jambi: ±658,29 ha
Total: ±72.798,73 ha
Satgas Darat:
Kalbar: 10.010 personel
Kalteng: 10.700 personel
Kalsel: 1.408 personel
Riau: 17.764 personel
Jambi: 5.818 personel
Sumsel: 11.567 personel
Total: 57.267 personel
Lihat juga Video 'Pria Senter' Lakukan Pembakaran Buat Buka Lahan, Bosnya Ikut Ditahan
(ial/isa)

















































