Heboh Lagi Taman Kota Cawang Jadi Sarang Asusila Sesama Lelaki

18 hours ago 5
Jakarta -

Taman Kota Cawang, salah satu ruang publik di Jakarta Timur, diduga menjadi lokasi kegiatan asusila sesama lelaki. Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur pun menutup dua akses masuk Taman Kota Cawang.

Camat Makasar, Dimas Prayudi, mengatakan penertiban dilakukan bersama Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut), kelurahan, serta unsur tiga pilar, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

"Hari ini kita bareng-bareng sama Kasudin Pertamanan, jajaran kelurahan, kecamatan, dan tiga pilar mencoba mengurangi dampak kerawanan sosial di lokasi taman di Kelurahan Kebon Pala. Karena ada beberapa informasi dan perhatian masyarakat berkaitan dengan penyalahgunaan fungsi taman di lokasi ini," kata Dimas saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, lokasi tersebut disinyalir kerap dimanfaatkan untuk aktivitas yang tidak sesuai peruntukan taman. Karena itu, pemerintah mengambil langkah preventif agar fungsi ruang terbuka hijau kembali optimal.

"Pesan kami harapannya masyarakat, khususnya Jakarta Timur, bisa memanfaatkan taman sesuai fungsinya. Apa yang dilakukan hari ini merupakan upaya preventif untuk mengurangi dampak tersebut dan tugas kita bersama menjaga taman ini," ujarnya.

Dua Akses Masuk Ditutup

Sebagai bagian dari penertiban, Pemkot menutup dua celah akses masuk taman secara permanen dengan pengecoran. Selain itu, pagar yang sebelumnya berlubang di sisi dekat jalan tol juga diperbaiki dengan pengelasan agar tidak lagi digunakan sebagai jalur masuk liar.

"Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Sudin Pertamanan. Lalu ada juga pagar yang bolong kita las," ucapnya.

Perketat Pengawasan

Pengawasan juga akan diperketat, termasuk melalui operasi gabungan pada malam hari yang melibatkan Satpol PP, kepolisian, dan TNI.

"Nanti malam kita operasi dengan jajaran Satpol PP dan tiga pilar bersama polsek dan koramil, dimulai pukul 21.00 WIB," katanya.

Selain itu, penerangan di sekitar taman akan ditambah untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan. Suku Dinas Bina Marga akan memasang lampu tambahan, termasuk dua lampu sorot.

Temukan Alat Kontrasepsi

Dimas menuturkan pihaknya juga menemukan sejumlah alat kontrasepsi di lokasi. Temuan itu didapat setelah dilakukan penertiban.

"Di dalam taman ditemukan beberapa alat kontrasepsi. Kami tidak tahu digunakan untuk apa, tetapi ini menjadi perhatian serius kami," jelasnya.

Menurut dia, Taman Kota di kawasan Cawang itu menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah alat kontrasepsi dan botol minuman keras (miras) di area ruang terbuka hijau tersebut.Temuan itu pun memicu kekhawatiran adanya dugaan sebagai tempat prostitusi dan aktivitas penyalahgunaan taman lainnya, yang tidak sesuai dengan fungsinya sebagai fasilitas publik.

"Jadi, kalau ada yang melakukan tindakan-tindakan, baik yang negatif ataupun penyalahgunaan penggunaan taman, harapan kami, ini bisa dikurangi," ucap Dimas.

Penopingan Dilakukan

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Timur, Dwi Ponangsera, mengatakan pihaknya juga melakukan penopingan atau pemangkasan vegetasi di sekitar pagar agar area taman lebih terlihat dari luar.

"Sementara kita melakukan penopingan untuk meminimalisir tertutupnya pemandangan dari luar. Penopingan hari ini di sepanjang pagar sisi luar, sekaligus penutupan pagar dan pengamanan ekstra," ujarnya.

Pemkot berharap langkah penutupan akses, penambahan penerangan, dan pengawasan rutin dapat mencegah penyalahgunaan taman serta mengembalikan fungsi ruang publik sebagai tempat aktivitas positif bagi masyarakat.

Tonton juga video "Taman Roci di Jakut, Dulu Kumuh Kini Jadi Ruang Terbuka Hijau"

(amw/fas)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |