Gandeng Dinkes Magetan Sosialisasikan Pencegahan Hantavirus, Rutan Magetan Perkuat Kewaspadaan Warga Binaan dan Petugas

3 days ago 11

MAGETAN – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Magetan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan. Sebagai tindak lanjut Surat Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.6.PK.07.03-1 tanggal 13 Mei 2026 tentang Pemasyarakatan Waspada Risiko Penularan Hantavirus, Rutan Magetan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Pencegahan Hantavirus yang bertempat di Aula Rutan Magetan, Rabu (3/6).

Kegiatan tersebut diikuti oleh warga binaan, serta Petugas Kesehatan Rutan Magetan. Pelaksanaan sosialisasi ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan seluruh penghuni dan petugas terhadap potensi risiko penyebaran Hantavirus, sekaligus memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan rutan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Rutan Magetan, Ari Rahmanto. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan faktor penting yang harus dijaga bersama, baik oleh petugas maupun warga binaan. Menurutnya, upaya pencegahan penyakit tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh pihak.

“Menjaga kebersihan dan kesehatan itu sangat penting. Kita mungkin memiliki banyak hal, tetapi ketika sakit semuanya menjadi tidak nyaman. Untuk itu mari bersama-sama mencegah penyebaran penyakit, khususnya Hantavirus. Terapkan gerakan LISA, Lihat Sampah Ambil, sebagai budaya menjaga kebersihan lingkungan agar lingkungan kita tetap sehat dan nyaman, ” ujar Ari.

Karutan juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan atas sinergi yang terjalin dalam mendukung program kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, sehat, dan bebas dari berbagai risiko penyakit menular.

Selanjutnya, sambutan sekaligus pengantar materi disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Agoes Yudi Purnomo. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang ditularkan oleh tikus atau rodensia, termasuk Hantavirus yang saat ini menjadi perhatian khusus.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dan edukasi kesehatan terkait kewaspadaan Hantavirus yang disampaikan secara langsung oleh Agoes Yudi Purnomo. Materi yang diberikan mencakup pengenalan Hantavirus, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara sederhana namun efektif.

Dalam pemaparannya, Agoes menjelaskan bahwa tikus tidak hanya berpotensi menularkan Hantavirus, tetapi juga sejumlah penyakit lainnya yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

“Hantavirus yang menular melalui kotoran tikus. Kalau leptospirosis Itu menularnya melalui luka di kaki atau mungkin di bagian tubuh, sedangkan hantavirus menular melalui kotoran yang kering terhirup manusia, ” jelasnya.

Selain memberikan edukasi terkait Hantavirus, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan juga menyampaikan materi mengenai pemeriksaan sanitasi lingkungan, pengendalian rodensia, serta koordinasi tata laksana penanganan apabila ditemukan kasus suspek Hantavirus. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan bersama petugas Rutan Magetan melaksanakan monitoring dan evaluasi lingkungan di sejumlah area. Pemeriksaan dilakukan pada dapur, blok hunian, serta beberapa titik yang berpotensi menjadi habitat rodensia.

Kegiatan monitoring tersebut meliputi edukasi kebersihan lingkungan, identifikasi titik-titik rawan keberadaan tikus, pemeriksaan kondisi sanitasi, serta pemberian rekomendasi langkah-langkah preventif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan lingkungan rutan tetap berada dalam kondisi sehat dan memenuhi standar kebersihan yang baik.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan, tidak ditemukan indikasi risiko tinggi penyebaran Hantavirus di lingkungan Rutan Magetan. Meski demikian, tim tetap mendorong agar upaya pencegahan terus dilakukan secara konsisten melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat, pengelolaan sampah yang baik, pemeliharaan kebersihan lingkungan, serta pengendalian rodensia secara berkala.

Melalui kegiatan ini, Rutan Magetan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan perlindungan bagi warga binaan maupun petugas. Sinergi yang terjalin dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan diharapkan mampu memperkuat upaya deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian berbagai penyakit menular, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, bersih, dan bebas dari risiko penyebaran penyakit. (Humas Rutan Magetan)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |