LAMPUNG - Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda Lampung mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan aksi bakti kesehatan berskala besar. Program ini dirancang untuk menjangkau sedikitnya 7.600 warga di seluruh penjuru Provinsi Lampung, menandai komitmen kuat institusi kepolisian dalam melayani dan melindungi masyarakat.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni. Ia melihatnya sebagai perwujudan nyata kepedulian Polri sekaligus upaya strategis untuk mempererat kemitraan yang harmonis dengan masyarakat, terutama di tanah Bumi Ruwa Jurai.
"Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus untuk memperkuat kemitraan yang solid antara Polri dan masyarakat, khususnya di wilayah Lampung. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, " ujar Irjen Pol Helfi Assegaf, Sabtu (6/6/2026).
Pusat kegiatan bakti kesehatan ini salah satunya berlokasi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tk. III Biddokkes Polda Lampung, yang menargetkan pelayanan bagi 600 peserta. Beragam layanan medis gratis disediakan, termasuk operasi mata katarak dan pterigium untuk 250 pasien, pengobatan spesialistik untuk 300 pasien, penanganan stunting bagi 25 anak, serta senam lansia (geriatri) yang diikuti oleh 25 peserta. Pengalaman saya melihat senyum lega para pasien setelah operasi mata benar-benar menyentuh hati.
Inisiatif ini tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi, tetapi juga merambah ke berbagai daerah melalui Polresta dan Polres jajaran. Di tingkat wilayah, Polri menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi 3.850 orang, aksi donor darah yang diikuti oleh 3.000 peserta, serta khitanan massal untuk 150 anak. Saya pribadi merasa terharu melihat antusiasme masyarakat, terutama para orang tua yang membawa putra-putri mereka untuk khitanan.
Peringatan Hari Bhayangkara kali ini terasa istimewa dengan peluncuran dua layanan kesehatan baru yang mengandalkan teknologi modern di RS Bhayangkara. Inovasi ini mencakup Klinik Stem Cell dan fasilitas operasi batu ginjal dengan metode Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS). Langkah ini menunjukkan keseriusan Polda Lampung dalam meningkatkan standar pelayanan kesehatan.
"Kami meluncurkan dua layanan kesehatan baru dengan teknologi modern, yaitu pelayanan Klinik Stem Cell, serta operasi batu ginjal dengan metode RIRS, sebagai bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, " tutur Kapolda.
Keberhasilan program masif ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang solid, melibatkan 459 tenaga kesehatan dan personel Polri. Tim medis terdiri dari perwakilan Himpunan Bersatu Teguh, Perdami Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten, Biddokkes Polda Lampung, RS Bhayangkara Tk. III, Satuan Kerja Polda Lampung, serta Sidokkes Polres dan Polresta jajaran. Sinergi ini mencerminkan semangat gotong royong yang kuat.
Irjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap momentum ini dapat semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sembari bersama-sama menjaga kondusivitas keamanan di Lampung.
"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan, menjaga kesehatan diri dan keluarga, serta terus bersama-sama mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Provinsi Lampung, " tutup jenderal polisi bintang dua tersebut. [Humas/Udin]


















































