Dony Oskaria Sebut Pemangkasan BUMN Tak Tutupi Kasus Kriminal

9 hours ago 2

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyebutkan bakal memangkas atau menutup sejumlah BUMN secara besar-besaran dalam rangka efisiensi uang milik rakyat. Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, menegaskan BUMN yang ditutup tidak akan menghilangkan urusan kriminalnya jika memang ada.

"Penutupan-penutupan itu tidak berarti menghapus kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan. Jadi nanti dibilang lagi, ini tutup terus dulu mereka nyolong gimana, ya nggak ada bos. Tidak akan menutupi masalah kriminalnya," ucap Dony di gedung ACLC KPK, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Dony mengatakan BUMN yang ditutup adalah perusahaan yang mengalami kerugian. Tindakan itu diambil untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Contohnya, misalnya ada PT ini sudah rugi tiap tahun, tahun depan kita pikir akan rugi juga, tahun berikutnya akan rugi juga, ya mending kita tutup kan untuk menghindari supaya tidak ruginya lebih dalam lagi," tuturnya.

Adapun Dony hari ini bertemu dengan KPK untuk membahas sejumlah hal, salah satunya soal penutupan BUMN itu. Dony menyatakan KPK memberikan dukungan.

"Itu dibahas juga supaya kita bisa mengambil keputusan yang tepat. KPK juga menyampaikan, selama niat kita baik untuk menghindari kerugian yang lebih dalam dan lebih panjang lagi, itu boleh dilakukan," sebutnya.

"Tetapi tadi, tidak menghilangkan seluruh tindakan jahat jika ada mens rea (niat jahat)," tambahnya.

Prabowo Mau Pangkas BUMN

Perihal penutupan BUMN itu disampaikan Prabowo di hadapan para guru besar dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6). Prabowo mulanya membacakan salah satu usulan dari daftar pertanyaan yang disampaikan guru besar, yakni mengenai alokasi dana riset perguruan tinggi dari sebagian laba BUMN.

"Tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset ya, inovasi. Ini bagus ya, usul. Masalahnya, BUMN ini ada labanya nggak? Sekarang mulai ada? Terima kasih Danantara, ya, terima kasih. Satu tahun ini sudah mulai ada laba, ya," kata Prabowo.

Prabowo menyebutkan tak sedikit BUMN yang tidak untung, tapi negara tetap menggaji direksi hingga komisarisnya. Dia menegaskan pemerintahannya sedang menertibkan BUMN tersebut.

"Masalahnya kemarin ini BUMN-BUMN ini, ya kita sudah tahulah, ya, sudah lama jadi orang Indonesia saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan," ujarnya.

(ial/aik)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |