Diserang Hoaks, Kades Hoho Ternyata Akrab dengan Menteri Imipas: Motivator Saya

3 days ago 5
Jakarta -

Beberapa waktu belakangan viral hoaks Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), Hoho Alkaf, dicopot dari jabatan setelah ditegur perihal tato oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto. Keduanya ternyata berteman akrab, bahkan Hoho menganggap Menteri Agus sebagai motivator dan gurunya.

Di sejumlah akun media sosial, Hoho beberapa kali mengunggah konten, baik video maupun foto dengan Menteri Agus. Salah satunya foto tangkapan layar ponsel saat dirinya terhubung via panggilan telepon dengan Menteri Agus, yang diunggah di akun Instagram Hoho pada 3 Desember 2025.

"Sang motivator, salam hormat untuk Jenderal dan salam rahayu. Saya sangat mengidolakan sosok Jenderal sebagai seorang pemimpin-tegas saat diperlukan, namun tetap santai pada waktunya. Ketika memimpin, Bapak adalah guru bagi saya," tulis Kades Hoho dalam keterangan kontennya, dilihat detikcom pada Rabu (25/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di akun Facebook-nya, Hoho membagikan berkali-kali foto kebersamaannya dengan Menteri Agus dengan berpakaian santai. Tampak Hoho, yang mengenakan kemeja merah kotak-kotak, dirangkul pundaknya oleh Menteri Agus, yang memakai kaus hitam.

"Bapak Menteri semoga njenengan (bahasa Jawa: Anda) sehat terus dan panjang umur. Amin YRA," tulis Hoho.

Dia juga membagikan video rekaman saat ngobrol dengan Menteri Agus soal peternakan ayam di desanya. Menteri Agus menanyakan soal ketersediaan lahan untuk mengembangkan peternakan ayam. Diketahui Menteri Agus mendorong kementeriannya berkontribusi dalam ketahanan pangan.

"Assalamualaikum," sapa Menteri Agus seperti dilihat detikcom dalam video yang diunggah Hoho, Sabtu (21/2).

"Waalaikumussalam. Siap, njih Bapak?" ucap Hoho.

"Gimana anu, di Purwasaba kira-kira masih ada lahan nggak ya? Untuk anu ya," tanya Menteri Agus.

"Untuk ayam petelur," Hoho berbalik bertanya.

"Iya untuk dikembangkan di sana," jawab Menteri Agus.

"Oh kalau lahan milik desa masih, masih luas," jelas Hoho kepada Menteri Agus.

Kades Hoho Sayangkan Netizen Percaya Hoaks

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengguna akun media sosial Facebook, Instagram, TikTok, hingga Threads mengedit video Menteri Agus saat memberi arahan di acara internal kementerian pada 2025 lalu, di mana ia membahas ada oknum pegawai Imigrasi di Bali yang baru berdinas dan ketahuan melakukan pemerasan kepada warga negara asing (WNA), serta memiliki tato penuh di tubuh. Menurut Menteri Agus, seseorang yang telah diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) tak semestinya melakukan pidana dan berpenampilan semaunya.

Potongan video tersebut diedit dengan ditambahi foto Kades Hoho Alkaf, serta dibumbui narasi hoaks bahwa sang kades diboikot akibat ucapan Menteri Agus. Beredarnya konten hoaks ini disayangkan oleh Kades Hoho.

Hoho Alkaf mempertanyakan motivasi para pengguna medsos yang mengedit video Menteri Agus lalu mengaitkan ke dirinya. Dia menegaskan video Menteri Agus bukan sedang membahas dirinya.

"Jadi terkait akhir-akhir ini banyak sekali netizen, orang yang mengedit video itu kembali bahwasanya Pak Agus itu, Pak Menteri tidak suka dengan tato. Itu saya sangat-sangat menyayangkan ya dengan para netizen. Karena untuk apa sih diedit-edit sedemikian rupa? Sedangkan apa... hal itu tidak ada sangkut pautnya, tidak ada kaitannya dengan saya gituloh," ujar Hoho Alkaf.

Hoho mengaku memiliki hubungan baik dengan Menteri Agus. Menunjukkan keakrabannya, Hoho menyampaikan beberapa kali bertemu dan ngobrol dengan Menteri Agus via panggilan video.

Dia pun mengimbau para pengguna akun medsos untuk bijak. Dia berharap pengguna medsos tak memakai segala cara untuk menjadikan kontennya viral atau mendapat pengikut.

"Saya dan Pak Agus juga kenal. Saya juga beberapa kali pernah telepon dengan beliau, video call. Jadi untuk para netizen, saya mohon jangan karena pingin videonya FYP, kepingin followers-nya bertambah banyak tapi (dengan cara) melakukan pengeditan-pengeditan yang seperti itu. Saya rasa itu adalah tidak baik dan hal yang tidak penting," ucap Hoho Alkaf.

"Jadi untuk para netizen semua di Indonesia jangan mudah percaya. Untuk apa... setelah melihat video-video yang baru (dipublikasi akun-akun anonim), (untuk) cek dulu jejak digitalnya. Itu ada video itu punya saya, ada video yang sudah empat tahun, lima tahun yang lalu. Dan video dari Pak Menteri itu sendiri kan sudah satu tahun lebih ya. Jadi saya mohon kepada para stoplah untuk hal-hal kaya gitu," pungkas Kades Hoho.

Tonton juga video "Heboh Oknum Kades di Sumut Diduga Todongkan Senpi ke Warga"

(aud/fca)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |