Dari Kudeta hingga Ultimatum 2026: Jejak Panjang Konflik Iran vs Amerika Serikat yang Tak Pernah Padam

3 hours ago 1

loading...

Konflik AS dan Iran semakin memanas dengan ancaman terbaru dari Presiden AS Donald Trump. Foto/deftechtimes.com

TEHERAN - Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tercatat sebagai salah satu rivalitas paling panjang, kompleks, dan berbahaya dalam sejarah geopolitik modern. Lebih dari 70 tahun, kedua negara terlibat dalam rangkaian krisis yang membentang dari kudeta rahasia, krisis sandera, perang proksi, sanksi ekonomi, hingga operasi militer yang mengguncang stabilitas global.

Perang terbuka memang belum pernah secara resmi diumumkan. Namun berkali-kali dunia dibuat menahan napas. Setiap eskalasi selalu menghadirkan ancaman konflik besar yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah — bahkan ekonomi dunia — ke dalam pusaran krisis.

Berikut jejak panjang konflik tersebut, dari 1953 hingga ketegangan terbaru yang memuncak pada 2026.

1953: Kudeta yang Mengubah Sejarah Iran

Retaknya hubungan kedua negara bermula pada 1953. Saat itu, badan intelijen AS, Central Intelligence Agency (CIA), terlibat dalam operasi rahasia yang dikenal sebagai Operation Ajax.

Operasi tersebut menggulingkan Perdana Menteri Iran saat itu, Mohammad Mossadegh, yang sebelumnya menasionalisasi industri minyak Iran. Langkah Mossadegh dianggap mengancam kepentingan Barat.

Kudeta itu mengembalikan kekuasaan Mohammad Reza Pahlavi, sosok Shah yang pro-Barat. Di mata banyak rakyat Iran, peristiwa ini menjadi simbol campur tangan Amerika dalam kedaulatan nasional mereka. Luka sejarah tersebut membentuk sentimen anti-AS yang terus membara hingga puluhan tahun kemudian.

1979: Revolusi Islam dan 444 Hari Krisis Sandera

Ketegangan meledak besar pada 1979. Revolusi Islam menggulingkan Shah dan melahirkan Republik Islam di bawah kepemimpinan Ruhollah Khomeini.

Tak lama setelah revolusi, mahasiswa revolusioner menyerbu Kedutaan Besar AS di Teheran. Sebanyak 52 diplomat Amerika disandera selama 444 hari dalam peristiwa yang dikenal sebagai Iran Hostage Crisis.

Krisis ini menjadi titik balik dramatis. Hubungan diplomatik Iran dan Amerika Serikat resmi terputus dan hingga kini belum sepenuhnya pulih. Kepercayaan antara kedua negara runtuh total.

1980–1988: Perang Iran-Irak dan Bayang-Bayang Konfrontasi

Konflik semakin rumit ketika pecah Perang Iran-Irak pada 1980. Amerika Serikat secara politik dan strategis mendukung Irak yang dipimpin Saddam Hussein.

Ketegangan meningkat di Teluk Persia. Pada 1987, AS melancarkan Operation Nimble Archer dengan menghancurkan fasilitas minyak Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal tanker.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |