Semarang - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengungkap aliran dana yang masuk ke koperasi tipu-tipu Bahana Lintas Nusantara (BLN) dipakai untuk berbagai kebutuhan. Dana yang berasal dari penipuan puluhan ribu nasabahnya itu ada yang dibelikan aset, kripto, hingga untuk memenuhi keperluan keluarga.
Direktur Analisis dan Pemeriksaan II PPATK, M Shalehudin Akbar, menuturkan aliran dana yang masuk ke BLN mengalir lewat beberapa metode transaksi. Ada yang ditarik tunai hingga dibelikan kripto.
"Ada beberapa masuk ke rekening perusahaan-perusahaan terafiliasi, ada juga yang polanya ditarik tunai. Ada juga tadi disampaikan juga oleh teman-teman dari Polda sudah terungkap pembelian aset," kata Akbar dalam konferensi pers Polda Jawa Tengah (Jateng), Semarang, dilansir detikJateng, Kamis (22/5/2026).
"Ada juga dana itu mengalir ke karyawan dan juga ada kita menemukan ada mengalir ke keluarga ya termasuk dia tadi ada aset pembelian kripto juga," lanjutnya.
Akbar melanjutkan model yang dipakai Koperasi BLN untuk menipu para nasabahnya termasuk skema Ponzi. Sebab, tidak ada lembaga perbankan yang bisa memberikan bunga semenggiurkan yang ditawarkan BLN.
"Kalau lihat dari transaksinya, itu sebenarnya terlihat tidak ada kegiatan usaha yang memang bisa menampung dengan bunga sebesar itu. Ya, kami untuk melihat tidak ada usaha seperti itu," ungkap Akbar.
"Jadi memang tepat ini Ponzi scheme, akhirnya untuk hasil investasi nasabah yang pertama itu diperoleh dari nasabah yang terakhir. Akhirnya menggulung terus," lanjutnya.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Djoko Julianto, menjelaskan ada dua pimpinan BLN yang ditetapkan tersangka. Mereka adalah bos atau Ketua Koperasi BLN periode 2018-2025, NNP (54), dan Kepala Cabang BLN Salatiga D (55).
Mereka menawarkan sejumlah produk simpanan ke masyarakat. Ada lima jenis produk yang ditawarkan.
"Produk simpanan antara lain Simpanan Pintar Bayar (Sipintar), yaitu menabung satu kali kemudian setiap bulannya akan mendapatkan keuntungan sebesar 4,17 persen," kata Djoko di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis.
Baca selengkapnya di sini
Simak juga Video 'Pemerintah Buka Lowongan Kerja Jadi Manajer Kopdes, Tertarik?':
(idh/dhn)


















































