Cerita Joko Kandas Berangkatkan Mertua Umrah Usai Ditipu Hanania Travel

8 hours ago 5
Jakarta -

Owner Hanania Travel Ahmad Syah Farhan (ASF) dilaporkan ke Polda Metro Jaya usai diduga melakukan penipuan terhadap calon jemaah umrah dan haji. Korban penipuan bercerita saat harapannya harus kandas usai menjadi korban penipuan.

Salah satunya Joko, yang hendak memberangkatkan adik dan mertuanya umrah pada bulan Juni mendatang. Joko bercerita, dirinya tergiur dengan iklan yang diunggah Hanania Travel di akun media sosialnya.

Awalnya semua berjalan lancar hingga dirinya membayar sejumlah uang untuk keberangkatan adik dan mertuanya. Namun seiring berjalannya waktu mendekati keberangkatan, dirinya tak kunjung mendapatkan kepastian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adminnya sudah tidak aktif, jarang aktif memberikan respon, perlengkapan yang juga harusnya diberikan juga tidak diberikan. Dan puncaknya juga kepastian pemberangkatan yang juga tidak juga dapat diberikan kepastian dari mereka," kata Joko saat dihubungi, Sabtu (30/5/2026).

Terlebih, Joko mengatakan dirinya mendapatkan informasi kloter sebelumnya yang harusnya berangkat, batal menginjakkan kaki di tanah suci. Berdasarkan komunikasi dirinya dengan para korban, diduga masih banyak jemaah yang menjadi korban dengan total kerugian mencapai puluhan miliar.

"Kemarin kalau nominalnya memang dari Farhan (terlapor) sendiri selaku Direktur Hanania, kita ngobrol. Sebenarnya berapa sih kalau semua korban kita yang Syawal sampai dengan Oktober itu refund, sebenarnya kan dia tahu hitungannya, karena uang masuk di perusahaannya dia. Dia sebut itu sekitar Rp 60 miliar," jelasnya.

Joko mengatakan, pihak perusahaan mengaku memiliki kendala keuangan sejak tahun lalu hingga berimbas pada menerangkan tahun 2026. Pihak perusahaan juga mengaku konflik panas di Timur Tengah menjadi penyebab sehingga terjadi kenaikan harga.

"Jadi masalah keuangan yang memang sudah, beban perusahaan yang sudah terjadi di 2025, itu dia memang sudah minus, katakanlah gitu ya perusahaan sudah minus, tapi dia tetap buka di 2026. Harapannya 2026 buka bisa menutupi biutang di 2025, tapi tidak terjadi juga," tuturnya.

"Terus kasus perang itu kan di Dubai terdampak, sehingga dia juga perlu ekstra cost ke sana, ya tapi apapun itu menjadi alasan. Tapi memang masalah yang dia juga sampaikan ke kami jemaah, memang masalahnya adalah di keuangan," imbuhnya.

Joko mengaku sedih lantaran gagal memberangkatkan adik dan mertuanya umrah tahun ini lantaran kasus yang ada. Padahal, kata Joko, pihaknya sudah menggelar syukuran menjelang keberangkatan.

"Sudah layaknya orang, sudah beli perlengkapannya, sudah sangat antusias karena untuk pertama kali, cuman kok kopernya nggak dikirim, bajunya, benefit yang didapat ketika melunasi itu juga tidak terjadi, bahkan setiap pelunasan adminnya juga langsung tidak kasih bukti receive, terus juga sudah hilang tidak aktif," tuturnya.

Joko mengatakan dirinya merugi hingga Rp 60 juta. Dia berharap uang tersebut untuk segara dikembalikan. Dia juga berharap pihak kepolisian memproses Hanania Travel atas kasus yang dilaporkan.

"Ini kan nggak mungkin reschedule lah, ini kita harapannya semua jemaah adalah uangnya bisa refund, nah ini kita sangat-sangat berharap bantuan pemerintah, untuk turun tangan di masalah yang kita hadapi," imbuhnya.

Bos Hanania Travel Diperiksa

Polda Metro Jaya tengah memeriksa owner Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF). Pemeriksaan dilakukan setelah Farhan dilaporkan sejumlah calon jemaah umrah dan haji atas dugaan penipuan.

"Masih dalam pemeriksaan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dimintai konfirmasi, Jumat (29/5).

Farhan dilaporkan sejumlah calon jemaah umrah dan haji ke Polda Metro Jaya pada Kamis (28/5) atas dugaan penipuan puluhan korban. Dia digiring ke SPKT Polda Metro Jaya oleh para korbannya.

Farhan dilaporkan atas dugaan tindak pidana Pasal 492, Pasal 486, dan atau Pasal 607 KUHP. Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan oleh pihak Hanania Travel.

"Benar, Polda Metro Jaya telah menerima laporan terkait dugaan penipuan perjalanan umrah yang diduga melibatkan pihak Hanania Travel pada tanggal 28 Mei 2026," ujar Kombes Budi saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5).

Tonton juga Video: Warga Geruduk Kantor Agen Perjalanan di Semarang Gegara Batal Umrah

(wnv/eva)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |