Canda Pramono Tak Mau Masuk Gorong-gorong: Yang Kerja Pikiran dan Otak

4 hours ago 5

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla (JK) melakukan kerja bakti dalam kegiatan 'Jaga Jakarta Bersih' di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pagi ini. Pramono menyatakan bakal merutinkan kegiatan tersebut.

"Sekarang ini secara serentak dilakukan bersih-bersih Jakarta, jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang di semua wilayah," kata Pramono di lokasi, Minggu (8/2/2026).

Pramono mengatakan kerja bakti ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo dalam penyataannya meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah, BUMN, TNI, dan Polri turun tangan untuk membersihkan sampah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono mengajak seluruh warga Jakarta ikut kerja bakti lewat gerakan 'Jaga Jakarta Bersih'. Dia menyebutkan kegiatan itu akan dilakukan secara rutin di Jakarta.

"Bagi Jakarta, kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin karena kita memang ingin membuat Jakarta lebih nyaman, lebih aman, termasuk ruang terbuka hijau," sambungnya.

Pramono sempat melontarkan candaan ke JK. Pramono mengatakan dia dan JK memilih membuat kebijakan daripada masuk gorong-gorong saat kerja bakti.

"Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK 'Pak JK kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK sama saya nggak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya'. Pak JK ketawa," canda Pramono.

Pramono mengatakan media dan warga hanya akan kaget kalau dirinya nekat turun kerja bakti di gorong-gorong. "Sekali-sekali Gubernur masuk gorong-gorong, saya mau aja Pak. Tapi nanti wartawan malah kaget kalau saya masuk gorong-gorong," lanjutnya.

Senada dengan Pramono, JK menyebutkan masyarakat harus ikut bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan kota. Menurut dia, hak itu tidak hanya menjadi tanggung jawab gubernur.

"Karena yang kotorin Jakarta kita juga, yang bersihkan harus kita juga," imbuh JK.

JK kemudian mengungkit banjir yang kerap terjadi di Jakarta. Menurut dia, saat banjir seluruh warga turut terkena dampaknya, terlebih masyarakat kecil.

"Jangan lupa begitu banjir yang kena lebih banyak rakyat kecil. Orang di Menteng, di Kebayoran, di Pondok Indah tidak kena banjir. Yang kena rakyat kecil, jadi kita harus bertanggung jawab untuk itu," ungkap JK.

"Karena itu kita minta kepada seluruh warga Jakarta bertanggung jawab pada rumahnya masing-masing. Artinya, semua selokan di muka rumahnya, apakah kantornya, apa rukonya, harus dia bersihkan. Harus bersih sendiri, kalau tidak, banjir kena dampaknya ke kita sendiri," lanjut dia.

JK mengungkit tentang beberapa negara yang telah menerapkan aturan ketat dan denda bagi warga yang tidak menjaga kebersihan lingkungan rumah, halaman, atau membuang sampah sembarangan.

"Kalau di Singapura di muka rumah ada bintik-bintik saja didenda yang punya rumah. Didenda kalau kita seenaknya buang sampah di depan rumah," ucap JK.

"Kepada masyarakat kita minta begitu, jadi kita bersama-sama. Pokoknya kalau banjir, jangan marahi Gubernur, marahi diri sendiri. Kenapa rumah saya tidak bersih? Kenapa selokan saya tidak bersih? Kenapa buang sampah di sungai?," sambungnya.

(ond/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |