Jakarta -
Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains atau International Day of Women and Girls in Science diperingati setiap tahun pada tanggal 11 Februari. Hari ini memastikan bahwa perempuan dan anak perempuan dapat mewujudkan ambisi ilmiah mereka.
Berikut ulasan seputar Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains 2026.
Latar Belakang
Mengutip dari situs PBB, kesenjangan gender yang signifikan telah berlangsung selama bertahun-tahun di semua tingkatan disiplin ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) di seluruh dunia. Meskipun perempuan telah membuat kemajuan luar biasa dalam meningkatkan partisipasi mereka di pendidikan tinggi, mereka masih kurang terwakili di bidang-bidang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesetaraan gender selalu menjadi isu inti bagi PBB. Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan akan memberikan kontribusi penting tidak hanya bagi pembangunan ekonomi dunia, tetapi juga bagi kemajuan di seluruh tujuan dan target Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Pada tanggal 14 Maret 2011, Komisi tentang Status Perempuan mengadopsi sebuah laporan pada sesi ke-55, dengan kesimpulan yang disepakati tentang akses dan partisipasi perempuan dan anak perempuan dalam pendidikan, pelatihan, dan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta untuk mempromosikan akses yang setara bagi perempuan terhadap pekerjaan penuh dan pekerjaan layak.
Lalu, pada 20 Desember 2013, Majelis Umum mengadopsi resolusi tentang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk pembangunan, di mana Majelis Umum mengakui bahwa akses penuh dan setara serta partisipasi dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi bagi perempuan dan anak perempuan dari segala usia sangat penting untuk mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan.
Tema Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains 2026
Tema Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains (IDWGIS) 2026 adalah "Synergizing AI, Social Science, STEM and Finance: Building Inclusive Futures for Women and Girls." Seiring masyarakat bergelut dengan kesenjangan yang semakin melebar, integrasi kecerdasan buatan (AI), ilmu sosial, Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), serta keuangan muncul sebagai pendekatan empat pilar untuk mempercepat pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
AI menawarkan alat yang ampuh untuk analisis data, diagnostik kesehatan, pemodelan iklim, dan banyak lagi. Namun, tanpa intervensi yang tepat sasaran, manfaatnya berisiko tidak dirasakan oleh perempuan dan anak perempuan.
Wawasan ilmu sosial memandu desain kebijakan yang adil, keterlibatan masyarakat, dan strategi perubahan perilaku, memastikan bahwa inovasi STEM dan AI menjangkau kelompok yang terpinggirkan. Disiplin STEM menyediakan keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan memelihara solusi AI, sekaligus mendorong tim peneliti yang seimbang gender.
Menyinergikan keempat domain ini dapat membantu menghilangkan hambatan yang terus-menerus ada dengan menutup kesenjangan gender dalam keterampilan digital, mendorong perusahaan rintisan yang digerakkan oleh perempuan hingga memajukan tata kelola AI yang responsif gender.
Berangkat dari Seruan Aksi UNESCO 2024 "Menutup Kesenjangan Gender dalam Sains" dan kampanye 2025 "Bayangkan dunia dengan lebih banyak perempuan dalam sains #EveryVoiceInScience" , Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains 2026 menggeser fokus dari rekomendasi dan refleksi ke menampilkan praktik baik dan solusi yang ada untuk membangun ekosistem Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) yang lebih inklusif.
(kny/idn)

















































