Buntut Panjang Kebakaran Pabrik Pestisida di Tangsel

3 hours ago 4
Jakarta -

Gudang pabrik pestisida di luar wilayah Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kebakaran. Dampak proses pemadaman kebakaran itu berbuntut panjang sampai bikin sungai tercemar.

Kebakaran itu terjadi pukul 04.30 WIB, Senin (9/2) kemarin. Puluhan personel dan unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

"TKP kebakaran adalah satu unit gedung pergudangan satu lantai, yang berisi pestisida cair dan bubuk sekitar kurang lebih 15-20 ton," kata kata Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya saat dihubungi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 15 unit mobil damkar serta 75 personel pemadam dikerahkan ke lokasi. Kebakaran diduga dipicu masalah kelistrikan.

Dalam proses pemadaman terjadi kendala sampai-sampai harus menggunakan pasir 2 truk untuk memadamkan api yang bersumber dari bahan kimia. Api yang berkobar akhirnya bisa dipadamkan setelah 7 jam lamanya.

Adapun pemadaman kebakaran ini menyebabkan sungai tercemar. Aliran Sungai Jaletreng Tangsel tiba-tiba berubah warna menjadi putih.

Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan ikan-ikan yang ada di sungai tersebut pun sampai mati. Dia juga memastikan tidak ada korban dalam kebakaran ini.

"Karena ada pemadaman api oleh Damkar, air damkar pemadaman tersebut mengalir ke Sungai Jaletreng. Imbauan bagi masyarakat yang tadi sempat memanen ikan di sungai Jaletreng untuk tidak dikonsumsi karena dikhawatirkan keracunan," jelasnya.

Tim BPBD Kota Tangerang sempat menelusuri Sungai Cisadane usai kebakaran pabrik kimia yang menyebabkan limbahnya mencemari air sungai. (dok BPBD Kota Tangerang)Foto: Tim BPBD Kota Tangerang sempat menelusuri Sungai Cisadane usai kebakaran pabrik kimia yang menyebabkan limbahnya mencemari air sungai. (dok BPBD Kota Tangerang)

Dinas LH Ambil Sampel Air

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Sampel air berwarna putih juga sudah diambil untuk diuji.

"Sudah ke lapangan," kata Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan DLH Tangsel, Deni Danial, saat dihubungi, Selasa (10/2/2026).

Kini sampel air yang diambil tengah dilakukan uji laboratorium.

"Dan juga sudah ambil sampel untuk proses uji labnya," ujarnya.

Suplai Air Sempat Mati

Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang Banten menghentikan sementara suplai air bersih ke warga imbas kebakaran pabrik pestisida di Serpong yang menyebabkan pencemaran Sungai Cisadane.

"Saat ini pendistribusian air ke pelanggan Kota Tangerang sudah berjalan 95 persen dan bertahap kami normalkan kembali," kata Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana dilansir Antara, Selasa (10/2/2026).

Joko mengatakan kejadian pencemaran air baku sungai Cisadane akibat kebakaran gudang bahan kimia di Serpong Tangerang Selatan. Pada Senin (9/2) pukul 22.00 WIB, air baku sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak.

"Langkah awal yang kami lakukan adalah seluruh IPA Perumda TB stop operasi," katanya.

Kemudian, pukul 22.30 WIB, Perumda TB berkoordinasi ke pengelola Bendung 10 untuk membuka pintu nomor 9 dan nomor 10 dengan tujuan limbah terbuang ke laut. Hasil pemantauan di lapangan, pada pukul 00.00 WIB air sudah tidak lagi terindikasi cemaran bahan kimia maupun berbau.

"Kualitas air terus kami pantau secara fisika dan kimia per 30 menit. Pada pukul 05.00 air baku membaik dan IPA Perumda TB bertahap kami operasikan," ujarnya.

Perumda Tirta Benteng menegaskan seluruh air yang kini kembali tersalurkan telah melalui proses pengawasan dan dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia.

"Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar, baik secara fisika maupun kimia," ucapnya.

Imbau Ikan Tak Dikonsumsi

Sejumlah warga memanen ikan-ikan di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten. Ikan-ikan tersebut dalam kondisi 'mabuk' setelah Cisadane tercemar limbah pabrik kimia yang kebakaran.

"Karena ada kejadian ikan ditangkap, ada imbauan ikan jangan dikonsumsi dulu," kata Kalak BPBD Kota Tangerang, Mahdiar.

Tim BPBD Kota Tangerang sempat menelusuri kembali Cisadane pada hari ini. Tampak masih ada ikan mengambang di permukaan air Cisadane.

"Kondisinya sudah aman, tapi ada kondisi oksigen yang kekurangan yang memang kurang dari batas idealnya," katanya.

BPBD Kota Tangerang juga menemui warga sekaligus komunitas di sekitar Cisadane. Petugas kembali mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan hasil tangkapan dari Cisadane yang sempat tercemar limbah pabrik pestisida.

"Mewaspadai dan tidak mengonsumsi dahulu ikan-ikan yang berasal dari Cisadane demi kebaikan, keamanan, keselamatan, sampai nanti mungkin beberapa saat ke depan kondisinya sudah cukup baik dan aman," ucapnya.

"Walaupun ada yang dapat menangkap atau juga mungkin ada yang jual murah, lebih baik kita hindari karena kekhawatirannya, ada kemungkinan berdampak pada kesehatan yang mengkonsumsi, masih cukup mengkhawatirkan," tambahnya.

PDAM dan Polisi Salurkan Air Bersih

Terkait dampak pencemaran terhadap distribusi air bersih, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari menyampaikan bahwa saat ini kondisi sudah mulai berangsur normal.

"Distribusi air bersih memang sempat terdampak, namun saat ini sudah mulai normal kembali. PDAM Tirta Benteng juga telah melakukan pemeriksaan kualitas air dan mengoperasikan instalasi pengolahan air secara optimal," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Kapolres Metro Tangerang Kota berkoordinasi dan meminta Perumda Tirta Benteng untuk menyiapkan mobil tangki air bersih yang siap digunakan untuk membantu kebutuhan warga sekitar apabila diperlukan.

Polres Metro Tangerang Kota bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.

Saksikan Live DetikPagi :

(idn/fas)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |