BRIN Gaet Bappenas, Kemendagri & BPS Rilis Indeks Daya Saing Daerah 2025

4 hours ago 4

Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025, yang menjadi dasar bagi daerah untuk meningkatkan daya saing masing-masing daerah. BRIN meyakini bahwa IDSD berkontribusi pada indeks daya saing nasional.

Diketahui, IDSD diukur dengan menggunakan indikator, yang datanya sebagian besar diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Indikator ini digunakan untuk mengukur empat komponen daya saing, yaitu lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi. Hal ini dapat menjadi pegangan kepala daerah untuk mengetahui posisi dan arah pembangunan daerah.

Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan BRIN terus mengukur indeks daya saing di level daerah, yang kemudian menjadi salah satu kompas bagi perbaikan daya saing daerah. Melalui skor IDSD, pemerintah daerah dapat melihat tingkat daya saingnya sebagai dasar perbaikan kebijakan dan upaya peningkatan pembangunan yang berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, indeks sekali lagi bukan sekadar upaya peningkatan (skor), tetapi kita harapkan indeks ini bisa berdampak pada perubahan dan transformasi yang dilakukan oleh kepala daerah, khususnya dalam berbagai bidang, terutama bidang ekonomi," ujar Arif dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

Oleh karena itu, Arif menegaskan, BRIN memiliki peran untuk mendorong inovasi daerah semakin kuat bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) maupun Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) yang saat ini sudah banyak di berbagai daerah. Sehingga daerah tersebut bisa semakin kuat dalam memberikan nilai tambah, untuk menciptakan ekosistem riset dan inovasi.

"Tumbuhnya riset dan inovasi ini akan menjadi kekuatan bagi Indonesia ke depan, karena Indonesia diharapkan akan menjadi empat besar dunia pada tahun 2050. Tidak ada cara lain selain memperkuat human capital dan inovasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Arif berharap, dengan rilisnya indeks ini, daerah semakin semangat untuk terus memperbaiki indeksnya melalui berbagai langkah kebijakan dan program pembangunan.

"BRIN, melalui BRIDA, insya Allah siap memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Tentu, kami juga akan mengandalkan berbagai perguruan tinggi agar inovasi dan teknologi yang ada dapat memperkuat ekonomi daerah," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy mengapresiasi BRIN yang telah melakukan pemutakhiran indeks daya saing daerah. Menurutnya, hal ini penting dilakukan karena menjadi cerminan bagi indeks daya saing nasional sebagai langkah awal menuju Indonesia Emas 2045.

"Saya juga berharap Kepala BRIN memastikan bahwa indeks ini nantinya juga mencerminkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Jadi, tidak sekadar indeks, karena indeks itu angka, tetapi juga mencerminkan kesejahteraan masyarakat," kata Rachmat.

Di sisi lain, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto mengatakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan terus berkoordinasi dengan BRIN dalam pembinaan teknis terkait inovasi di daerah.

"Inovasi ini bukan hanya lomba, tetapi harus terintegrasi mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi. Tentu akan membutuhkan co-creation dan keterlibatan banyak pihak," ujarnya.

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |