Jakarta -
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan menerima kunjungan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu. Pertemuan kedua pimpinan lembaga ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ekosistem jaminan produk halal nasional, khususnya melalui pemutakhiran laboratorium halal BPJPH.
Haikal menyampaikan penguatan laboratorium menjadi elemen kunci dalam menjamin kredibilitas sistem halal di Indonesia.
"Hari ini menjadi momen yang membahagiakan bagi kami, karena mendapatkan kehormatan menerima kehadiran seorang guru besar yang memiliki perspektif tajam, khususnya terkait pentingnya pemutakhiran laboratorium," ujar Haikal, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haikal menegaskan laboratorium merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan jaminan produk halal. Menurutnya, kekuatan sistem halal sangat ditentukan oleh kemampuan pengujian dan pembuktian ilmiah.
"Laboratorium adalah ruh dari jaminan produk halal. Kekuatan kita ditentukan oleh kemampuan pengujian dan pembuktian ilmiah. Kapasitas deteksi yang unggul akan menempatkan BPJPH pada posisi yang kredibel dan berkeadilan dalam mengambil keputusan," jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan laboratorium yang mutakhir menjadi penentu dalam menyelesaikan perbedaan hasil atau keraguan terhadap status kehalalan suatu produk.
"Ketika ada perbedaan hasil, maka keputusan harus merujuk pada institusi yang memiliki kemampuan pengujian paling kuat dan terpercaya. Kita ingin memastikan kapasitas tersebut ada di BPJPH," tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas penguatan kapasitas laboratorium, termasuk peningkatan skala dan kualitas layanan sebagai bagian dari penguatan ekosistem halal nasional.
Pada kesempatan yang sama, Anggito menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan jaminan produk halal agar memiliki standar yang setara dengan negara lain.
"Kami mendukung pengembangan jaminan produk halal agar minimal setara dengan lembaga serupa di negara lain. Penguatan laboratorium menjadi bagian penting agar sistem ini semakin kredibel," ujar Anggito.
Ia juga menegaskan LPS siap mengoordinasikan dukungan lintas lembaga dalam penguatan sistem halal nasional, termasuk pemutakhiran laboratorium BPJPH.
"Laboratorium BPJPH harus memiliki kualitas di atas yang lain. Ini bukan laboratorium biasa. Karena labnya BPJPH ini harus labnya lab, hakimnya hakim. Kualitas Lab BPJPH harus di atas yang lain. Dan ini bukan lab retail ya, tapi untuk pengujian produk yang sudah diuji tapi perlu pengujian," sambungnya.
Sinergi antara BPJPH dan LPS ini diharapkan dapat mempercepat penguatan infrastruktur halal nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem jaminan produk halal di Indonesia.
Ke depan, kedua lembaga akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini melalui langkah konkret guna mendukung pengembangan laboratorium halal yang modern, akurat, dan berstandar tinggi.
Lihat juga Video: Ridwan Kamil Resmikan Lab Lingkungan Hidup Standar Internasional
(prf/ega)

















































