Bertemu Agum Gumelar, Wakapolri: Beliau Sampaikan Dukung Polri di Bawah Presiden

2 hours ago 2

Jakarta -

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (Pepabri), Agum Gumelar, menyampaikan dukungan kepada Polri untuk berkedudukan secara struktural di bawah langsung Presiden. Dedi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Agum Gumelar, yang merupakan tokoh senior TNI, atas dukungan tersebut.,

"Kami juga menghaturkan rasa terima kasih apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pepabri atau Pak Agum Gumelar. Tadi Pak Agum, beliau sudah menyampaikan kepada kami, 'Tolong sampaikan kepada Pak Kapolri, sampai kapan pun Pepabri juga mendukung kedudukan Polri di bawah Presiden'," kata Komjen Dedi sambal menirukan perkataan Agum.

Hal ini disampaikan Komjen Dedi usai membacakan sambutan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rangkaian pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VI PP Polri Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026). Setiba di lokasi acara, ia memang sempat berbincang dengan Agum Gumelar yang juga hadir sebagai tamu undangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dedi mengatakan dukungan ini menjadi energi dan semangat bagi Polri dan jajarannya. "Ini merupakan dukungan dan semangat bagi kami, seluruh anggota Polri di manapun bertugas," sambung Dedi.

Wakapolri dengan PepabriWakapolri dengan Pepabri (Foto: dok Polri)

Di momen ini Komjen Dedi juga menegaskan kembali sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait adanya usulan kedudukan Polri secara struktural di bawah kementerian. Komjen Dedi menekankan penolakan Jenderal Sigit dan menegaskan sikap agar Polri tetap di bawah langsung Presiden.

"Kami izin menyampaikan yang pertama, sesuai dengan komitmen dan arah kebijakan arah Bapak Kapolri, dan beliau juga sampaikan pada saat Rapat Dengar Pendapat di Komisi III DPR beberapa waktu yang lalu, bahwa kedudukan Polri secara konstitusional, baik secara yuridis, secara sosiologis, dan secara filosofis adalah tetap di bawah Presiden," tegas Komjen Dedi.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowomenolak ide yang menempatkan Polri di bawah kementerian. Jenderal Sigit menilai penempatan Polri di bawah kementerian melemahkan Polri sendiri dan juga Presiden RI.

Jenderal Sigit menyampaikan pernyataan ini di akhir Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1).

Jenderal Sigit mulanya berterima kasih kepada para fraksi DPR RI yang telah menyatakan dukungan agar Polri tetap di bawah Presiden RI. Dia menilai keterlibatan DPR dalam fungsi pengawasan Polri tetap harus dijalankan.

"Mohon maaf Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian, kami tentunya institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus, karena bagi kami posisi institusi Polri seperti saat ini adalah posisi yang saat ideal. Kita bisa menjadi alat negara yang betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Sigit.

Jenderal Sigit menilai posisi Polri seperti saat ini, yaitu langsung di bawah Presiden RI, akan sangat membantu kepala negara. Dia menyebut penempatan Polri di bawah kementerian khusus akan menimbulkan potensi 'matahari kembar'.

"Di satu sisi kita betul-betul bisa berada langsung di bawah Bapak Presiden sehingga pada saat Presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementerian kementerian.... Ini menimbulkan potensi 'matahari kembar' menurut saya," kata Jenderal Sigit.

Simak juga Video: Paripurna DPR Putuskan Polri Tetap di Bawah Presiden

(aud/fjp)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |