Banggar dan Kepala BGN Bertemu di DPR Bahas MBG-Sensitivitas Fiskal

1 week ago 8

Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyambangi DPR RI pagi ini untuk melaksanakan rapat dengan Badan Anggaran DPR. Banggar mendalami soal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan.

Pantauan detikcom di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026), Kepala BGN hadir di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat dimintai konfirmasi, Dadan juga tak menjawab soal kedatangan dirinya ke DPR. Ia bergegas masuk ke ruangan Banggar DPR RI.

"Nggak bukan rapat tertutup, tadi itu kami bertemu dengan pimpinan Banggar. Forum sharing information dengan kepala BGN dan wakilnya. Yang dibahas kami ingin tahu sejauh mana pelaksanaan program MBG," kata Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Said mengatakan Kepala BGN Dadan menjelaskan soal 26 ribu lebih Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terbentuk di Indonesia. Banggar DPR menyampaikan apresiasi atas hal itu.

"Kepala BGN tentu menjelaskan kepada kami panjang lebar dan kami memberikan apresiasi bahwa sampai saat ini sudah ada 26 ribu lebih SPPG," ujar Said.

Ia menyadari masih ada kendala dalam pelaksanaan MBG. Kendati demikian, Said menyebutkan Kepala BGN berkomitmen untuk menegakkan tata kelola MBG di lapangan.

"Nah, memang harus diakui bahwa di dalam realisasinya ada kendala-kendala sebagaimana kita tahu semua. Dan Kepala BGN punya komitmen untuk menyelesaikan pada aspek-aspek penegakan tata kelolanya," ujar Said.

Ia mengatakan, hingga kini, ada sejumlah SPPG yang dicabut atau ditangguhkan. Said pun menyinggung soal sensitivitas fiskal di tengah kondisi ekonomi saat ini buntut konflik Timur Tengah.

"Bahkan Kepala BGN menyampaikan ada banyak titik koordinat yang dicabut kembali, kemudian ada yang di-suspend karena tidak melaksanakan SOP sebagaimana mestinya," ujar Said.

Said mengatakan lembaga pemerintah mesti berkoordinasi dengan Banggar DPR RI untuk membahas penyerapan anggaran. Ia menilai perlu ada penajaman prioritas sebagai bentuk sensitivitas terhadap tekanan fiskal.

"Sama, kami memang dalam kondisi sebagaimana minggu lalu saya bahwa kita harus punya sensitivitas yang sama, berbagai tekanan fiskal kita, ayo bareng sharing. Lakukan penajaman prioritas dan Alhamdulillah dari BGN juga memberikan sumbangsih yang nyata bisa melakukan penajaman sampai Rp 20 triliun. Itu saja," imbuhnya.

Simak juga Video Ketua Banggar DPR: MBG dalam Klaster Mandatory Pendidikan Tak Bisa Ditawar

(dwr/gbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |