loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memetakan kesiapan sejumlah wilayah pesisir Banten dalam mengantisipasi potensi tsunami sebagai dampak sekunder aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Foto: BNPB
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memetakan kesiapan sejumlah wilayah pesisir Banten dalam mengantisipasi potensi tsunami sebagai dampak sekunder aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Tim Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB telah melaksanakan penugasan sejak 6 September 2026 dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, pemantauan kondisi wilayah terdampak, serta assessment kesiapsiagaan di sejumlah kawasan pesisir Banten.
"Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi dampak aktivitas GAK, termasuk potensi bahaya sekunder berupa tsunami," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9/2026).
Pada awal penugasan, tim BNPB melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan gambaran perkembangan kondisi terkini, dampak yang dirasakan masyarakat, serta langkah-langkah penanganan dan kesiapsiagaan yang telah dilakukan di masing-masing wilayah.

Baca juga: Kortas Tipikor Polri Turun Tangan Awasi Tata Kelola MBG, Kopdes Merah Putih, dan Sekolah Rakyat
Aktivitas GAK sebelumnya berdampak berupa sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Provinsi Banten dengan intensitas yang dipengaruhi arah dan kondisi angin. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, khususnya di kawasan pesisir yang memiliki pengalaman terdampak tsunami Selat Sunda pada 2018.
Hingga Selasa (8/9) pukul 18.00 WIB, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga) berdasarkan informasi PVMBG. Aktivitas kegempaan juga masih terpantau dinamis. Masyarakat diminta tetap mematuhi rekomendasi keselamatan, termasuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
"Salah satu fokus utama penugasan BNPB adalah melakukan assessment kesiapsiagaan di wilayah pesisir yang memiliki risiko terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Berton.
Assessment dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, termasuk kawasan yang pernah terdampak tsunami Selat Sunda 2018. Penilaian menggunakan indikator Tsunami Ready yang disesuaikan dengan karakteristik risiko dan kondisi kesiapsiagaan di masing-masing wilayah.

















































