Anggota DPR F-PDIP Ingatkan Penerima LPDP Tidak Pansos: Itu Pajak Rakyat

3 hours ago 4

Jakarta -

Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana menanggapi terkait alumni LPDP inisial DS yang viral menyampaikan 'cukup saya WNI, anak jangan' dan kini menuai sorotan publik. Bonnie mengingatkan penerima beasiswa LPDP untuk sadar bahwa biaya pendidikan mereka dibiayai oleh pajak rakyat.

"Para penerima LPDP harus mengemban kepercayaan dalam menggunakan uang beasiswanya, terutama karena dana tersebut dihimpun dari pajak rakyat," kata Bonnie saat dihubungi, Senin (23/2/2026).

Legislator PDIP ini mengatakan beasiswa LPDP tidak seharusnya dipakai hanya untuk keuntungan pribadi. Namun, para penerima harus mengembalikan pajak rakyat itu dengan berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para sarjana yang beruntung mendapat beasiswa LPDP jangan gunakan hanya untuk pansos ke puncak menara gading di atas gunung, tapi gunakan untuk turun gunung membantu memecahkan persoalan yang dihadapi rakyat dengan latar belakang ilmu dan keahliannya masing-masing," terang Bonnie.

Menurut Bonnie, aturan dan syarat penerima beasiswa LPDP saat ini telah terstruktur. Dia menilai kasus-kasus para peraih beasiswa LPDP yang bermasalah merupakan persoalan masing-masing individu.

"Saya kira persyaratan LPDP sudah bagus. Tinggal konsistensi dalam menjalankan kesepakatan saja," katanya.

Ucapan DS yang Viral

Pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas mengunggah video dirinya tengah membuka sebuah paket yang sudah dinantikannya. Isinya selembar surat dari Home Office Inggris.

Surat itu menyatakan anak kedua sang pemilik akun, resmi menjadi warga negara Inggris. Perempuan itu juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.

"Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku, kita buka ya," ujarnya.

"Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris," lanjutnya.

Ia lantas menyebut anak-anaknya kelak akan diupayakan memiliki kewarganegaraan asing.

"I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya.

Penerima beasiswa LPDP inisial DS pun meminta maaf. Permintaan maaf terbuka itu disampaikan lewat akun Instagramnya.

Dilihat detikcom, pemilik akun @sasetyaningtyas mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf pada Jumat (20/2). Ia menyebut pernyataan tersebut dilatarbelakangi rasa kecewa. Namun, ia mengakui langkah yang diambilnya keliru dan tidak tepat.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik," ujarnya.

(ygs/gbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |