5 Alasan Trump Batalkan Serangan Terbesar ke Iran, dari Ancaman Iran hingga Ketakutan Saudi

8 hours ago 2

loading...

Donald Trump batalkan serangan terbesar ke Iran. Foto/X/CENTCOM

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia membatalkan rencana serangan terhadap Iran, dengan alasan kemajuan dalam pembicaraan.

Komentarnya muncul setelah tidak ada serangan yang dilaporkan dari AS di dalam Iran selama beberapa hari. Pejabat AS sebelumnya mengatakan serangan baru dapat terjadi paling cepat akhir pekan ini.

Trump mengatakan ia menyetujui permintaan Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya agar ia menunda serangan lebih lanjut, dan bahwa penundaan tersebut tetap bergantung pada "kemampuan untuk segera mencapai KESEPAKATAN." Sebelumnya, CNN melaporkan bahwa Pangeran Mohammed bin Salman dari Arab Saudi melakukan panggilan telepon dengan presiden dan menyampaikan kekhawatiran tentang rencana serangan potensial terhadap Iran, menurut beberapa orang yang mengetahui masalah tersebut.

5 Alasan Trump Batalkan Serangan Terbesar ke Iran, dari Ancaman Iran hingga Ketakutan Saudi

1. Negara-negara Teluk Bisa Lebih Menderita Jika Trump Melanjutkan Serangan Terhadap Iran

Jika Presiden AS Donald Trump melanjutkan serangan terhadap Iran, hal itu akan memberikan pukulan lebih lanjut kepada negara-negara Teluk yang sudah menjadi sasaran serangan balasan Teheran, kata seorang analis politik kepada CNN pada hari Minggu.

Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan terhadap Iran pada Sabtu malam, dengan alasan kemajuan dalam pembicaraan. Sebelumnya, CNN melaporkan bahwa Trump mengadakan panggilan telepon dengan Pangeran Mohammed bin Salman dari Arab Saudi dan putra mahkota tersebut menyampaikan kekhawatiran tentang rencana serangan potensial terhadap Iran.

“Saya pikir Arab Saudi tidak yakin bahwa AS memiliki strategi militer yang unggul,” kata Trita Parsi, wakil presiden eksekutif Quincy Institute for Responsible Statecraft. “Semua itu hanya akan menyebabkan lebih banyak penderitaan bagi mereka tanpa benar-benar mengubah fakta di lapangan atau mengubah arah konflik ini.”

“Semuanya hanya kerugian, tidak ada keuntungan,” katanya, menambahkan bahwa “mereka tahu bahwa jenis eskalasi seperti itu hanya akan menyebabkan eskalasi balasan oleh Iran di mana mereka melihat negara-negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) akan menjadi korban terbesar.”

2. Ekonomi Akan Memburuk

Para analis mencatat tekanan ekonomi yang ditimbulkan perang terhadap sekutu AS di sekitar kawasan tersebut sebagai alasan mengapa mereka ingin melihat permusuhan berhenti.

Mereka mencatat bahwa Iran juga menghadapi kesulitan ekonomi yang sama, serta militer yang telah sangat melemah akibat perang selama lebih dari lima bulan.

3. Pasokan Rudal AS Menipis

Sementara itu, militer AS menghadapi beberapa pertanyaan sulit tentang kemampuannya untuk membela pasukan AS karena persediaan rudal pencegat Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) semakin menipis.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |