4 Fakta Pria Ngaku-ngaku Aparat Pukul Petugas SPBU Ditangkap

3 days ago 5
Jakarta -

Seorang pria mengaku-ngaku aparat membuat onar memukul petugas SPBU di Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim) lantaran ditolak mengisi BBM subsidi karena nomor polisi (nopol) di mobilnya tak sesuai data. Polisi bergerak cepat dan menangkap pelaku tersebut.

Aksi pemukulan ini terekam CCTV dan viral di media sosial. Berdasarkan video yang dilihat detikcom, Selasa (24/2), mulanya pria diduga pemilik mobil hendak mengisi BBM. Pria tersebut keluar dan menghampiri salah satu petugas SPBU, kemudian keduanya terlihat berbincang.

Ketika keduanya berbicara, tampak tangan pria diduga pemilik mobil menunjuk ke wajah petugas. Pria tersebut kemudian memukul wajah petugas SPBU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melakukan pemukulan, pria tersebut sempat kembali ke dalam mobil. Pria itu keluar lagi dari mobil dan terlihat memegang sebuah tas.

Pria tersebut kembali menghampiri petugas SPBU. Pria itu lalu terus menunjuk dan mengejar petugas.

Tak lama setelahnya, pria itu keluar meninggalkan area SPBU dengan meninggalkan mobilnya. Ketika kembali, pria tersebut menunjuk-nunjuk seorang pria lainnya.

Berikut 4 fakta aksi pemukulan petugas SPBU, dirangkum detikcom, Rabu (25/2/2026):

1. Pelaku Ditangkap

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kasus itu dilaporkan korban pada Senin (23/2). Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku yang diketahui berinisial JMH.

"Pada Selasa (24/2), sekitar pukul 16.00 WIB, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung mengamankan pelaku di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Budi, Selasa (24/2).

2. Ngaku Aparat, Ternyata Wiraswasta

Polisi sudah memeriksa JMH, pelaku pemukulan petugas SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Polisi memastikan pelaku bukan anggota kepolisian.

"Pelaku berinisial JMH telah diamankan dan dipastikan bukan anggota kepolisian, melainkan warga sipil berprofesi wiraswasta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Selasa (24/2).

Budi membantah informasi yang beredar bahwa pelaku merupakan seorang aparat. Budi menjelaskan, JMH ditangkap oleh tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

"Mengamankan pelaku di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," tutur Budi.

3. Pakai Pelat Bodong

Polisi menangkap JMH, pelaku pemukulan petugas di SPBU kawasan Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim). Saat ditolak mengisi BBM subsidi oleh petugas SPBU, JMH menggunakan nomor polisi (nopol) bodong alias palsu.

"Kejadian bermula saat sebuah mobil Toyota Vellfire hitam hendak mengisi BBM jenis Pertalite. Namun petugas SPBU menolak karena hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan, sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (24/2).

Berdasarkan foto yang diterima detikcom, pelat nomor bodong yang digunakan oleh pelaku memiliki nomor L-1-XD. Budi mengatakan pelat itu bukan diperuntukkan untuk mobil Toyota Vellfire hitam yang dikendarai pelaku.

"Hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan," jelas Budi.

Penolakan itu membuat pelaku marah hingga melakukan pemukulan. Budi menyebutkan ada beberapa orang, termasuk pegawai SPBU yang menjadi korban.

"Penolakan tersebut memicu emosi penumpang mobil. Pelaku kemudian turun dan melakukan kekerasan terhadap sejumlah pekerja SPBU. Beberapa pegawai mengalami pemukulan, termasuk petugas yang berupaya melerai," ujarnya.

4. Positif Sabu dan Ganja

Polisi mengungkap JMH, pria mengaku-ngaku aparat yang memukul petugas SPBU di Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim) ternyata positif narkoba jenis sabu dan ganja. Informasi ini diungkap oleh Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal lewat akun Instagram resminya, dilihat detikcom, Selasa (24/2). Ia awalnya memastikan bahwa JMH bukanlah anggota Polri.

"Beredar pemberitaan yang menyebutkan adanya oknum anggota Polri yang melakukan pemukulan terhadap tiga pegawai SPBU di wilayah Jakarta Timur. Informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta hasil penyelidikan," kata Alfian.

Ia lalu mengatakan JMH akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian. Kemudian, terungkap bahwa yang bersangkutan ternyata seorang pekerja rental mobil.

"Pelaku berinisial JMH (31) dipastikan bukan anggota Polri, melainkan seorang pekerja rental," ucapnya.

Selanjutnya, polisi memeriksa pelaku. Selama pemeriksaan, keterangan pelaku berubah-ubah sehingga polisi mengecek urine yang bersangkutan.

"Setelah dilakukan tes urine, pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja," ujar dia.

Ia memastikan saat ini JMH sudah diamankan dan akan dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Saat ini pelaku telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," imbuhnya.

Saksikan Live DetikPagi:

Lihat Video 'Viral Pemobil Nopol Bodong Ngaku Aparat Pukul Petugas SPBU di Jaktim':

(wnv/wnv)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |