2 Kali Kebakaran dalam Sebulan, Gedung Bapenda DKI Dipasang Garis Polisi

2 days ago 11
Jakarta -

Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta kembali dilanda kebakaran pada Jumat 21 Agustus. Kebakaran tersebut yang kedua dalam satu bulan ini, garis polisi masih terpasang di area gedung yang terletak di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat.

Pantauan detikcom di lokasi pada Sabtu (22/8/2026), gerbang utama gedung masih tertutup rapat dan dipasangi police line. Tidak ada aktivitas perkantoran yang terlihat di dalam area gedung.

Sisa-sisa material kebakaran berupa serpihan juga masih berserakan di halaman depan gedung. Diketahui, gedung ini belum beroperasi normal sejak kebakaran pertama pada Jumat (7/8) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah papan pengumuman di gerbang menginformasikan bahwa seluruh urusan persuratan kini dialihkan secara digital. Mulai 10 Agustus 2026, surat yang ditujukan kepada Kepala Bapenda Provinsi DKI Jakarta hanya bisa disampaikan melalui surat elektronik atau email.

Seorang warga, Sandi, menyebut melihat asap pada Jumat (21/8), sekitar pukul 18.00 WIB. Sandi menyebut petugas pemadam kebakaran (damkar) segera tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.

"Asap doang, nggak ada api. Nggak keluar api, (hanya) asap," ujar Sandi saat ditemui di lokasi.

Di sisi lain petugas damkar Jakarta Pusat menyebut munculnya asap tersebut dipicu oleh suhu panas di dalam gedung.

"Penyalaan sedikit, karena suhu panas," ujar Kasie Ops Sudin Damkar Jakarta Pusat, Triyanto, kepada wartawan, Jumat (21/8).

Kebakaran besar sebelumnya terjadi dua pekan lalu, menghanguskan lantai 11 hingga 16. Gedung tersebut merupakan kantor bagi sekitar 1.000 ASN dari berbagai instansi, mulai dari Bapenda, BPSDM, Dinas Perhubungan, BPAD, hingga Bank Jakarta.

Pada kebakaran pertama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan keamanan data milik warga Jakarta. Dia menegaskan seluruh data perpajakan telah memiliki cadangan digital.

"Data perpajakan DKI Jakarta aman karena sudah ter-back up secara digital, sehingga layanan perpajakan tidak terganggu," kata Pramono dalam keterangannya, Sabtu (8/8) lalu.

Pramono juga menjamin pelayanan publik tetap berjalan normal meski gedung belum bisa digunakan. Para ASN diinstruksikan untuk bekerja dengan skema work from home (WFH) atau berkantor sementara di suku dinas wilayah dan aset Pemprov lainnya.

"Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama kita. Masyarakat jangan khawatir," tegasnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian. Pemprov DKI menyatakan bahwa Gedung Dinas Teknis Bapenda telah diasuransikan.

(ond/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |