Jakarta -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merelokasi warga yang selama ini bermukim di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Total 103 kepala keluarga (KK) yang meninggalkan kawasan TPU tersebut, dengan 73 KK direlokasi ke rumah susun yang tersebar di enam lokasi.
"Yang bersedia direlokasi ke rumah susun ada 73 KK, sementara 30 KK memilih mencari tempat tinggal sendiri karena memiliki usaha di sekitar lokasi TPU," kata Pramono di Rusunawa Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).
Pramono menjelaskan, warga yang direlokasi menempati rusun di enam lokasi, yakni Rusun Pulo Gebang, Cipinang Muara, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara Barat, Jatinegara Kaum, dan Pondok Bambu. Relokasi dilakukan secara bertahap sejak 6 Januari 2026 menyesuaikan kebutuhan administrasi dan perpindahan sekolah anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Relokasi ini dilakukan dalam rangka pengembalian fungsi TPU Kebon Nanas yang selama ini sudah tidak dapat menampung pemakaman secara normal. Dari total 80 TPU di Jakarta, sebanyak 69 TPU disebut sudah penuh dan hanya 11 TPU yang masih bisa digunakan secara normal.
"TPU Kebon Nanas ini sebenarnya sudah tidak bisa lagi. Dengan pematangan lahan ini, nantinya bisa menampung sekitar 1.000 makam baru," ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta memberikan berbagai kemudahan bagi warga relokasi, mulai dari pembebasan biaya sewa rumah susun selama enam bulan, hingga gratis seumur hidup bagi warga lanjut usia (lansia). Selain itu, Pemprov juga menyiapkan pendampingan sosial dan ekonomi agar warga dapat beradaptasi di lingkungan baru.
"Relokasi memang tidak mudah. Karena itu kami berikan waktu adaptasi enam bulan. Untuk lansia, digratiskan seumur hidup," ucapnya.
Pramono juga meminta jajaran Pemprov, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Perumahan, hingga pemerintah kota, untuk memastikan pendidikan anak-anak warga relokasi tetap berjalan, termasuk membantu pengurusan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan selain hunian, warga relokasi juga menerima bantuan berupa modal usaha sebesar Rp 500 ribu, paket kebutuhan dasar, hygiene kit, serta kasur.
"Pasca-relokasi, Pemkot Jakarta Timur bersama Sudin terkait akan melakukan pematangan lahan TPU agar siap kembali menjalankan fungsi pelayanan pemakaman," kata Munjirin.
(bel/yld)


















































