Zulhas Ungkap KNMP untuk Kesejahteraan Nelayan agar Tak Dipermainkan Tengkulak

5 hours ago 2
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan. Zulhas menilai selama ini nelayan tidak memiliki daya tawar ikan karena ada permainan tengkulak.

"Bayangin aja nelayan kita itu kan rajin-rajin, dia melaut dapat ikan. Ikannya banyak, sampai di darat dia nggak punya daya tawar. Tengkulak bermain," kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan pejabat lainnya di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (22/7/2026).

Pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang 2026. Upaya ini sebagai langkah memperkuat kesejahteraan nelayan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor perikanan melalui penyediaan infrastruktur yang lebih modern dan terintegrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulhas mengatakan program tersebut merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memperbaiki sistem usaha perikanan dari hulu hingga hilir secara menyeluruh.

Menurut dia, selama ini nelayan mampu memperoleh hasil tangkapan melimpah ketika melaut. Akan tetapi, kata dia, nelayan sering kehilangan daya tawar saat menjual ikan karena keterbatasan fasilitas penyimpanan dan pemasaran.

Kondisi tersebut membuat nelayan kerap menjual hasil tangkapan kepada tengkulak dengan harga rendah karena ikan harus segera dipasarkan sebelum mengalami penurunan mutu maupun membusuk.

Melalui Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah membangun balai lelang, cold storage, pabrik es, tambatan kapal, serta menghubungkan distribusi hasil tangkapan dengan pasar yang lebih luas dan terintegrasi.

Dengan fasilitas tersebut, nelayan memiliki pilihan menyimpan hasil tangkapan ketika harga rendah sehingga tidak lagi terpaksa menjual ikan kepada tengkulak dengan harga yang merugikan.

"Jadi kalau nelayan bawa ikan banyak, ditawar murah-murah (oleh) tengkulak, dia bisa nggak jual, ditaruh dulu di cold storage. Kalau nggak laku juga, koperasi beli kerja sama dengan SPPG, gitu," beber Zulhas.

Selain itu, lanjut Zulhas, disiapkan ekosistem usaha untuk menyerap hasil tangkapan nelayan apabila belum terserap pasar, termasuk melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Lebih lanjut dia menyebutkan nilai tukar nelayan saat ini berada pada angka 103, sedangkan nilai tukar petani padi telah meningkat menjadi 127 setelah berbagai program penguatan sektor pertanian dijalankan pemerintah.

Ia menyebut Kampung Nelayan Merah Putih yang telah beroperasi menunjukkan hasil positif dengan peningkatan produktivitas hingga 30 persen serta pertumbuhan ekonomi kawasan berkisar 5,4-16 persen.

Pemerintah optimistis, apabila program Kampung Nelayan Merah Putih berjalan sesuai target, nilai tukar nelayan dapat meningkat melampaui 120 dalam dua tahun sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir semakin kuat dan berkelanjutan.

Zulhas menambahkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih terus berjalan dengan 65 kawasan telah terealisasi. Dia mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan segera mendekati 100 lokasi sebagai bagian percepatan menuju sasaran 1.369 KNMP.

(lir/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |