Jakarta -
Media sosial dihebohkan pengakuan seorang wanita yang bayinya nyaris tertukar saat menjalani perawatan di ruang NICU Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Pengakuan itu diunggah akun TikTok Nindy. Dalam video berdurasi 5,04 menit tersebut, pemilik akun menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap perawat RSHS yang diduga teledor karena hendak menyerahkan bayinya kepada pasangan suami-istri lain.
Pemilik akun, Nina Saleha (27), menceritakan kronologi bayi laki-lakinya yang nyaris berpindah tangan. Saat itu, perempuan yang menerima bayinya juga berada di ruang NICU RSHS Bandung. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (8/4/2024)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi awalnya itu anak saya masuk ke RSHS hari Minggu (5/4/2026), karena anak itu sakit kuning. Jadi anak saya lahir hari Rabu, 1 April di RS Unpad Jatinangor," kata Nina saat ditemui di kediamannya, dilansir detikJabar, Kamis (9/4/2026).
Nina bersama suaminya diminta datang ke RSHS pada Selasa sore untuk membawa baju ganti karena bayi mereka sudah diizinkan pulang pada hari Rabu. Menjelang kepulangan, Nina menunggu panggilan perawat untuk menjemput bayinya di ruang NICU. Kemudian karena tak kunjung dipanggil, ia dan suaminya pergi makan ke bawah.
Namun, saat makan, Nina merasa ada hal yang mengganjal. Ia kemudian bergegas menuju ruang tempat bayi laki-lakinya dirawat. Betapa kagetnya ia saat mendapati buah hatinya sedang digendong pasangan suami-istri lain yang anaknya juga dirawat di ruangan yang sama.
"Jadi saya itu sebelumnya ngobrol sama ibu-ibu, anaknya juga dirawat. Tapi pas hari kejadian itu, anak saya digendong sama dia mau keluar ruangan. Saya tahu itu anak saya karena ingat baju sama selimutnya sama dengan anak saya. Terus ibu-ibu itu saya panggil, saya lihat wajah bayinya ternyata itu anak saya," kata Nina.
Nina kemudian meminta penjelasan kepada perawat di ruangan tersebut. Berdasarkan penjelasan yang ia terima, bayi laki-lakinya nyaris dibawa orang lain karena perawat mengaku sudah memanggil Nina beberapa kali tapi tidak ada respons.
"Penjelasannya juga aneh, saya katanya dipanggil berkali-kali tapi nggak datang. Terus sama susternya itu karena saya nggak hadir, akhirnya dikasihkan ke orang lain. Saya marahlah, kan itu anak saya kenapa malah dikasihkan ke orang lain. Akhirnya sama saya diambil lagi dari gendongan ibu-ibu lain itu. Di situ si ibu-ibunya juga cuma diam, dia bilang iya itu anak saya," kata Nina.
Tim detikJabar telah mencoba mengkonfirmasi masalah ini ke RSHS. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan.
Simak selengkapnya di sini.
Tonton juga video "Penjelasan BPJS Soal Wacana Aktivasi Otomatis Bayi di INAku"
(yld/idh)

















































